Gunung Agung Terkini
Terisolir di Radius 8 Kilometer, Jika Terjadi Erupsi, Warga Banjar Bunga Harus Lewati Wilayah KRB
Pada daftar desa dan banjar yang dikeluarkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Desa Nawakerti dimasukkan sebagai daerah KRB.
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Perbekel Ban, Wayan Potag, juga meminta agar Banjar Bunga dimasukkan sebagai KRB.
Memang, kata Potag, Banjar Bunga berada di radius 8 kilometer.
Tapi kondisinya terisolir.
Seandainya terjadi erupsi, warga di Banjar Bunga harus lewati daerah KRB.
Kondisi ini sangat membahayakan bagi warga.
"Di Desa Ban, banjar yang berada di radius 6 kilometer yakni Banjar Pengalusan, Cegi, Daya, Pucang, Belong, Bonyoh, Cutcut. Usulan satu lagi yakni Banjar Bunga. Jadi semuanya berjumlah delapan banjar," jelas Potag.
Sedangkan Desa Besakih mengusulkan, Banjar Temukus, Angsoka bagian atas, Banjar Kidulung Kreteg bagian atas, serta Banjar Kesimpar dan Pejang yang terisolir.
Sedangkan Desa Pempatan mengusulkan Banjar Gelian dan Purage lantaran sering terjadi hujan abu di daerah tersebut.
Untuk Desa Buana Giri, dusun yang diusulkan yakni Dusun Tanah Aron, Nangka, Buana Kerta, dan Kemuning.
Sedangkan Desa Jungutan tetap mengusulkan Banjar Yeh Kori, Kubu Pangi, Untulan, dan Gali.
Untuk banjar yang berada di Desa Buana Giri dan Jungutan, semua berada di radius 6 km.
Ketua Pasebaya, I Gede Pawana, juga meminta Dusun Sebudi, Desa Sebudi, Kecamatan Selat dimasukkan ke daerah KRB.
Karena di Dusun Sebudi ada Desa Adat Sebun yang berada di radius 6 kilometer.
Berarti di Sebudi ada 5 dusun yang masuk KRB, yakni Sogra, Lebih, Badeg Dukuh, dan Telungbuana.
Camat Kubu, Made Suartana menjelaskan, untuk Desa Baturinggit hanya Dusun Bantas yang masuk radius 6.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/gn-agung-senin_20180108_124416.jpg)