Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Dipicu Cuaca Buruk Suami Istri Tewas Tertimbun Longsor, Hingga Banjir Kepung Badung dan Denpasar

Dengan wajah murung, ia melihat jenazah kedua orangtuanya yang telah berada di dalam kantong mayat berwarna kuning.

Penulis: I Made Argawa | Editor: Ady Sucipto
Kolase Tribun Bali
Petugas memasukkan jenazah Pasutri asal Probolinggo yang tewas tertimbun tanah longsor di Tabanan (kiri) 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Sembari menyedot sebatang rokok, Asman Alkhoir (17) memandang ke kamar jenazah BRSUD Tabanan.

Dengan wajah murung, ia melihat jenazah kedua orangtuanya yang telah berada di dalam kantong mayat berwarna kuning.

Kedua orangtua remaja tersebut, Murniati (43) dan suaminya Mistari (48), menjadi korban tanah longsor di Banjar Bukitcatu, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Selasa (23/1). 

Bencana tanah longsor di Candikuning terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi disertai angin kencang pada Senin (22/1) malam hingga Selasa (23/1) pagi.

Hujan mengguyur hampir di seluruh wilayah Pulau Bali. Selain tanah longsor di sejumlah titik, banjir pun menerjang beberapa wilayah termasuk kawasan Kuta, Badung.

Menurut penuturan Asman, malam itu hujan memang deras di Baturiti. Namun remaja asal Kampung Durin, Desa Wondosuli, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, ini sama sekali tak punya firasat apapun terkait musibah yang menimpa orangtuanya. 

"Tadi malam saya sempat ke rumah orangtua, dan kembali ke kos sekitar pukul 21.00 Wita. Mungkin kejadiannya malam saat mereka tidur," ujarnya lirih saat ditemui di BRSUD Tabanan

Asman yang berkerja sebagai tukang cuci mobil bersama kakaknya Ahmad Fauzi (19) di Baturiti menyebutkan, kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh Wayan Puja Umbara yang merupakan pemilik lahan yang digarap oleh kedua orangtua mereka.

Fauzi mengungkapkan, bencana juga pernah melanda kawasan Baturiti pada akhir 2016. Namun rumah bedeng yang ditempati orangtuanya aman dari bencana.

“Mungkin memang nasib dan jalannya sudah seperti ini,” katanya pasrah. 

Mistari dan Murniati bekerja sebagai petani sayur di lahan milik Puja Umbara. Pasangan suami istri asal Probolinggo ini baru dua tahun bekerja di Baturiti.

Perbekel Desa Candikuning, I Made Mudhita, menyebutkan selama berada di Bukitcatu, pasutri ini tinggal di sebuah rumah bedeng yang tertimbun longsor.

Saat ditemukan tertimbun, keduanya dalam posisi berpelukan. "Mungkin saat kejadian mereka sedang tidur," katanya, kemarin.

Selain kehilangan kedua orangtuanya, sepeda motor milik Fauzi jenis Honda CBR DK 3811 HG tahun 2016 juga rusak karena ditimpa tanah longsor. Padahal motor tersebut masih dalam proses mencicil.

Tak hanya itu, rencana pernikahan Fauzi pun harus diundur. Ia merencanakan pernikahan pada Februari 2018 dengan perempuan asal Banjar Bukitcatu yang masih memiliki hubungan saudara dengan pemilik tanah yang digarap oleh orangtuanya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved