Makin Parah! Antrean di Pintu Tol Bali Mandara Capai 1,5 Km
Ia pun jengkel karena antre hingga 30 menit di depan gerbang tol Nusa Dua untuk pulang ke Denpasar.
Penulis: Widyartha Suryawan | Editor: Eviera Paramita Sandi
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Imbauan untuk memilih jalan alternatif melalui Jalan Tol Bali Mandara selama pengerjaan proyek underpass di Bundaran Tugu Ngurah Rai, Tuban, Badung, Bali ternyata tidak ngefek.
Malah, antrian panjang kendaraan di pintu masuk tol makin memperparah kemacetan.
Pantauan Tribun Bali, Rabu (21/2/2018), di sisi selatan proyek underpass maupun di Tol Bali Mandara tampak antrian kendaraan sama-sama parah. Bahkan di gerbang Tol Bali Mandara-Nusa Dua, antrean kendaraan mencapai 1,5 kilometer.
Puspa Warni, mahasiswi FISIP Unud, satu di antara pengendara yang sempat terjebak macet di pintu tol, kemarin sore.
Ia pun jengkel karena antre hingga 30 menit di depan gerbang tol Nusa Dua untuk pulang ke Denpasar.
Pengalaman pahit juga ia rasakan pada Selasa (20/2/2018).
Dia mengaku sempat melalui Jalan Bypass Ngurah Rai atau melewati proyek underpass.
Niat hati untuk menghindari kemacetan di sekitar proyek underpass, dia malah terkena jebakan macet lagi di depan gerbang tol.
"Dari jalan masuk tol sampai di gerbang tol, harus nunggu sekitar 30 menit," ujar mahasiswi Ilmu Komunikasi ini kepada Tribun Bali, kemarin.
Selain di sisi selatan proyek underpass dan Tol Bali Mandara, kemarin siang juga terpantau tumpukan kendaraan dari arah utara menuju ke Bundaran Ngurah Rai.
Berbagai macam kendaraan dari yang bermuatan besar sampai kendaraan roda dua terlihat sepanjang Jalan Bypass Ngurah Rai.
Kemacetan di seputaran Bundaran Ngurah Rai ini bahkan berdampak sampai sekitar simpang Dewa Ruci.
Mulai dari Bali Mall Galleria sudah terjadi penumpukan kendaraan.
Humas Jasamarga Bali Tol (JBT), Putu Gandhi Ginatra, tak menampik terjadinya antrean panjang di gerbang tol.
Hal ini dikarenakan jumlah kendaraan yang masuk tol dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan.
Berdasarkan data yang dimiliki, Januari hingga awal Februari rata-rata kendaraan yang masuk tol sebanyak 42 ribu unit per hari.
Sedangkan, sepekan terakhir rata-rata kendaraan yang masuk mencapai 52 ribu unit per hari.
Padahal, JBT menargetkan hanya 44 ribu per hari selama triwulan pertama 2018.
"Ini sudah melewati target, sejak seminggu sebelum Imlek," kata Gandhi saat dikofirmasi Tribun Bali, kemarin.
Gandhi merinci, kendaraan roda empat yang masuk tol sekitar 55 persen dan roda dua 45 persen.
Sedangkan, persentase kendaraan yang masuk melalui masing-masing gerbang tol yaitu 15 persen lewat gerbang tol Ngurah Rai, 40 persen lewat Benoa, dan 45 persen lewat Nusa Dua.
Tumpukan kendaraan paling tinggi terjadi di gerbang tol Nusa Dua.
"Di Nusa Dua, sore hari sudah krodit dari sebelum lampu merah.
Padahal, alat (mesin) tol berfungsi dengan baik," imbuhnya.
Ia menyebut setidaknya ada dua penyebab panjangnya antrean di depan gerbang tol.
Pertama, pengendara tidak membawa uang elektronik (U-nik) atau memiliki U-nik tapi saldonya tak cukup.
Kedua, perilaku masyarakat saat menempel kartu.
Beberapa pengendara, kata dia, sudah mencabut kartunya sebelum portal naik.
Hal itu menyebkan si pengendara menempel kartu lagi hingga portal naik; dan itu cukup memakan waktu.
"Kami imbau, menempel kartu sekali saja hingga portal naik. Itu, selain menghemat waktu, juga untuk mengantisipasi pengendara melakukan transaksi dua kali," ucapnya.
Gandhi juga tak memungkiri Bali sebagai destinasi pariwisata menyebabkan orang yang menggunakan tol tidak selalu sama.
Orang yang tumben berkunjung ke Bali, kata dia, belum tentu tahu kebijakan JBT yang memberlakukan transaksi non-tunai.
Sehingga, mereka tidak ada pilihan lain lagi saat terlanjur masuk tol.
Hal lain, pengendara motor yang tidak punya U-nik maupun kesal dengan antrean panjang bahkan tak sedikit yang melawan arus meskipun sudah masuk tol.
"Meskipun ada petugas kami yang melayani transaksi menggunakan U-nik milik JBT terlebih dahulu, masyarakat sebaiknya sudah menyiapkan U-nik dan memastikan saldonya mencukupi sebelum masuk tol," imbuh Gandhi.
Sebelumnya, Satlantas Polresta Denpasar mengimbau kendaraan dari Denpasar menuju Nusa Dua dan Jimbaran menggunakan akses tol.
Kendaraan dari Denpasar menuju bandara diimbau menggunakan tol exit Simpang Tugu Ngurah Rai.
Adapun kendaraan dari Kuta Utara menuju Nusa Dua dan Jimbaran dapat melalui Simpang Dewa Ruci dan masuk tol.
Kendaraan dari Kuta Utara menuju bandara melalui Jalan Raya Kuta dan Jalan Raya Tuban.
Kendaraan dari Jimbaran dan Nusa Dua menuju Denpasar diharapkan tetap menggunakan tol,
Supaya tidak terjadi kemacetan atau penumpukan kendaraan karena adanya proyek pembangunan underpass.
Setelah itu, kendaraan dari Nusa Dua menuju bandara disarankan tetap menggunakan akses tol dan keluar di tol exit Simpang Tugu Ngurah Rai. Terakhir, kendaraan dari Jimbaran menuju bandara masih dapat melalui Simpang Tugu Ngurah Rai.
Pengalihan arus ini ternyata menimbulkan penumpukan kendaraan di Tol Bali Mandara.
Terjadi antrean panjang di pintu gerbang tol akibat meningkatnya volume kendaraan yang masuk tol. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/tol-bali-mandara_20180222_085641.jpg)