Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Tempuh Upaya Niskala Warga Mainkan Bale Ganjur Agar Korban Dilepas, Andika Ditemukan 2 KM dari TKP

Sebelum ditemukan, petugas evakuasi sempat frustasi lantaran upaya pencarian tanpa henti mereka tak membuahkan hasil.

Tayang:
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali / I Wayan Eri Gunarta
Suasana evakuasi siswa SMPN 2 Ubud yang tenggelam di Sungai Ayung, Banjar Kutuh, Desa Sayan, Ubud, Bali, Sabtu (10/3/2018) 

Petugas evakuasi dan masyarakat yang ada di TKP pun terlihat menghela bernafas, ada yang tidur di air, ada pula yang berpelukan.

Hal tersebut tidak berlebihan, mengingat petugas evakuasi sudah mencari korban selama 17 jam, bahkan mereka sampai menginap di pinggir Sungai Ayung, yang memiliki suhu dingin serta banyak serangga penyengatnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, rintihan histeris, Ni Nyoman Santini di tepi Sungai Ayung, memecah kesunyian malam “Selamatkan anak saya, tolong...! Tolong, selamatkan...! ujar Ni Nyoman Santini histeris di tepi Sungai Ayung, Banjar Kutuh, Desa Sayan, Ubud, Gianyar, Bali, Jumat (9/3/2018) pukul 20.11 Wita.

Warga asal Kecamatan Sidemen, Karangasem, ini bahkan beberapa kali pingsan menantikan proses evakuasi anaknya, I Komang Andika (12), yang tergelam di sungai itu.

Sejumlah kerabat berusaha menenangkannya.

Namun Santini tak kuasa menahan kesedihan.

Suasana evakuasi siswa SMPN 2 Ubud yang tenggelam di Sungai Ayung, Banjar Kutuh, Desa Sayan, Ubud, Bali, Sabtu (10/3/2018)
Suasana evakuasi siswa SMPN 2 Ubud yang tenggelam di Sungai Ayung, Banjar Kutuh, Desa Sayan, Ubud, Bali, Sabtu (10/3/2018) (Tribun Bali / I Wayan Eri Gunarta)

Wanita ini makin syok lantaran proses evakuasi tak membuahkan hasil, meskipun sudah berjalan dua jam.

Proses evakuasi melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar, Balawista Gianyar, serta Basarnas Bali.

Kepala BPBD Gianyar, Anak Agung Oka Digjaya mengatakan, proses evakuasi relatif sulit karena situasi gelap dan medan berat.

“Sulit, medan berat dan gelap,” ujarnya.

Tokoh pemuda setempat, I Putu Gede Purnawa, saat ditemui di tempat kejadian perkara (TKP) mengatakan, korban tenggelam ini merupakan siswa SMP Negeri 2 Ubud, yang kos bersama orangtuanya di Banjar Taman Kelod, Ubud.

Sebelum tenggelam, korban bersama enam orang temannya mandi di aliran Sungai Ayung sekitar pukul 17.30 Wita.

Saat menceburkan diri ke dalam air, korban terhisap ke dasar air.

Pihaknya menduga korban terhisap ke dalam gua-gua yang berada di bawah aliran sungai.

“Saat kejadian, korban mandi bersama temannya di dekat gua-gua yang ada di bawah sungai. Di sini memang sering ada yang mandi, saya sendiri sering mandi di sini. Tetapi setiap mandi, pasti menghindari lokasi dekat gua. Mungkin karena korban ini kan bukan asli sini, jadi tidak tahu situasinya, dan saat kejadian kebetulan di sini lagi sepi sehingga tak ada yang memberitahu,” ujarnya.

Suasana evakuasi siswa SMPN 2 Ubud yang tenggelam di Sungai Ayung, Banjar Kutuh, Desa Sayan, Ubud, Bali, Sabtu (10/3/2018)
Suasana evakuasi siswa SMPN 2 Ubud yang tenggelam di Sungai Ayung, Banjar Kutuh, Desa Sayan, Ubud, Bali, Sabtu (10/3/2018) (Tribun Bali / I Wayan Eri Gunarta)
Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved