Ogoh-ogoh Banjar Dualang Jadi Juara, Ternyata Biaya Pembuatannya Capai Nominal Ini
Pemenang pertama diraih oleh Banjar Dualang, Desa Peguyangan Kaja dengan tema Gatotkaca
Laporan Wartawan Tribun Bali, Busrah Hisam Ardans
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dinas Kebudayaan Kota Denpasar merilis para pemenang lomba Ogoh-ogoh se-Kecamatan Denpasar Utara, Senin (12/3/2018), kemarin.
Pemenang pertama diraih oleh Banjar Dualang, Desa Peguyangan Kaja dengan tema Gatotkaca yang diambil dari kisah Mahabarata.
Ogoh-ogoh pemenang itu sendiri menghabiskan Rp 45 juta.
I Nyoman Edi Saputra, Bendahara Panitia Ogoh-ogoh mengakui timnya menghabiskan Rp 45 juta untuk memenangkan Ogoh-ogoh Banar Dualang ini.
"Kami sangat senang dan merasa terharu atas keberhasilan ini. Selama ini belum sempat meraih juara satu. Baru kali ini. Tahun lalu dapat juara enam. Tetapi kebanyakan tema dan ogoh-ogoh belum sama sehingga belum dapat juara," ujarnya.
Dengan tema Gatotkaca Kalajaya ini dia mengatakan itu merupakan tema umum, juga diambil dari kisah Mahabarata.

"Filosofinya bercerita tentang perang saudara antar Pandawa dan Korawa yang dimenangkan oleh Korawa karena kecurangan Korawa dalam perang," ujar Edi.
Kemudian, Edi melanjutkan Gatotkaca yang terlahir sakti harus menemui kematian karena bertarung dengan Korawa yang menembakkan anak panah Kunta Wijayadanu tepat di pusarnya.
Jasa Gatotkaca diistilahkan dengan Kalajaya. Kala berarti Waktu dan Jaya berarti Unggul.
Karena seiring berjalannya waktu Pandawa bisa mengalahkan Korawa dan menegakkan Dharma.
Manfaat yang bisa dipetik adalah waktu di atas segalanya.
Manusia harus bisa mengendalikan Sad Ripu dalam dirinya karena kehidupan diatur oleh waktu dan karma kita sendiri.
Tidak tahu kapan karma kita akan diperoleh. Baik maupun sebaliknya.
Pihaknya juga berkeinginan untuk dijual jika ada yang meminati, namun jika tidak, akan dibongkar.
Akan tetapi harga jualnya pula belum diketahui. (*)