PHDI Bali Kukuh Tolak JBC pada Rapat Besar di Jakarta, Ada Keyakinan Terhadap Ida Mpu Sidimantra

Kedua, kepercayaan Umat Hindu mengenai cerita rakyat tentang Mpu Sidi Mantra yang bermakna bahwa apabila Pulau Jawa dan Bali disambungkan, maka

PHDI Bali Kukuh Tolak JBC pada Rapat Besar di Jakarta, Ada Keyakinan Terhadap Ida Mpu Sidimantra
Tribun Bali/I Wayan Erwin Widyaswara
Rapat besar soal adendum yang digelar di Gedung Manggala Wanabakti, Perkantoran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (6/4/2018). 

Pertama, pembangunan tower setinggi 376 meter berada di dalam radius kesucian Pura Segara Rupek, yakni sekitar 300 meter.

Sementara, radius yang boleh dibangun tower tersebut adalah di luar 2 km dari titik pura tersebut.

Kedua, kepercayaan Umat Hindu mengenai cerita rakyat tentang Mpu Sidi Mantra yang bermakna bahwa apabila Pulau Jawa dan Bali disambungkan, maka akan terjadi malapetaka buat warga Bali.

"Sikap parisadha sudah jelas menolak, karena itu masalah kepercayaan, masalah prinsip, terutama masalah Bhisama, terutama soal kepercayaan terhadap Ida Mpu Sidimantra itu yang tidak boleh menyambung Jawa dan Bali," kata Sudiana saat diwawancara usai pertemuan tersebut.

Sudiana mengatakan, kendati pun tersambung dengan kabel, menurutnya hal itu sama saja menyambungkan Pulau Bali dengan Jawa.

"Itu sama saja. Biar disambung pakai kabel, yang namanya sambung tetap sambung," kata Sudiana yang juga selaku Rektor di IHDN ini.

Menurut pria berkumis itu, masalah kesucian pura di Bali harus diperhatikan betul. Sebab, pura merupakan taksu dari Pulau Dewata.

Lalu apa solusinya setelah PHDI tetap menolak?

Sudiana menyerahkan sepenuhnya ke pihak PLN untuk mencari solusi alternatif terhadap ancaman pemadaman bergilir yang disebut-sebut oleh pihak PLN Bali bahwa tahun 2021 Bali akan krisis listrik.

"Solusinya? Silakan dikaji dari PLN. Kalau kita tidak bisa kasih solusi. Secara teknis dari PLN. Silakan cari jalan lain, kalau ini jangan dilakukan. Kalau ini sudah jelas, dari komponennya, mulai dari parisada, majelisnya, pemudanya, dan masyarakat di sana sudah tidak menerima. Dan ini masalah kepercayaan," tegasnya.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved