Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Serba Serbi

Lima Kisah tentang Lidah yang Membawa Petaka, Nomor 5 Bikin Kita Mengelus Dada

Dalam kehidupan sebagai manusia, sudah seharusnya kita menjaga kata-kata atau menjaga lidah.

Tayang:
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali/Irma Budiarti
(Ilustrasi) LONTAR USADA - Salah satu lontar usada yang ada di Pusat Kajian Lontar Universitas Udayana. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dalam kehidupan sebagai manusia, sudah seharusnya kita menjaga kata-kata atau menjaga lidah.

Karena jika salah berucap maka akibatnya bisa fatal.

Kesengsaraan, penyesalan, bahkan hingga kematian.

Ini adalah beberapa kisah tentang ucapan yang membawa sengsara bahkan kematian.

1. Kematian Sisupala karena menghina Krisna

Menurut Staf Pusat Kajian Lontar Universitas Udayana, Putu Eka Guna Yasa, Sisupala dalam upacara Rajasuya Yadnya yang dilakukan oleh Yudistira kepalanya dipenggal oleh Kresna karena menghina dirinya hingga 100 kali.

"Yudistira bingung mencari siapa sosok yang berhak mendapat penghargaan karena berjasa dalam pendirian Kerajaan Indraprasta. Atas saran Bisma maka disarankanlah Kresna. Saat pemberian penghargaan Sisupala terus menghina Krisna. Dan saat hinaan keseratus akhirnya kepala Sisupala dipenggal dengan cakra sudarsana," kata Guna.

Ketika itu Sisupala menurut Guna menghina Krisna dengan mengatakan Krisna bukan terlahir dari garis keturunan kesatria.

Sisupala juga mengatakan Krisna adalah pengembala dan Krisna juga diangggap sebagai seorang pencuri.

2. Dasarata meninggal karena janjinya kepada Kekayi

Dasarata ayah dari Rama dalam epos Ramayana dianggap sebagai raja yang memiliki kompetensi yang lengkap sebagai seorang raja.

Akan tetapi, ketika Dewi Kekayi meminta janji Dasarata ketika dirayu dulu yang mengatakan bahwa anaknya yang bernama Bharata yang diangkat jadi raja membuat Dasarata Lemas.

"Apalagi ketika mendengar perkataan Kekayi, bahwa Rama akan dibuang ke hutan selama 12 tahun yang juga menjadi pemicu meninggalnya Dasarata," terang Guna.

3. Kesengsaraan Drupadi

Drupadi menderita karena harus menikahi Panca Pandawa diakibatkan salah ucap Dewi Kunti.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved