Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Serba Serbi

Lima Kisah tentang Lidah yang Membawa Petaka, Nomor 5 Bikin Kita Mengelus Dada

Dalam kehidupan sebagai manusia, sudah seharusnya kita menjaga kata-kata atau menjaga lidah.

Tayang:
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali/Irma Budiarti
(Ilustrasi) LONTAR USADA - Salah satu lontar usada yang ada di Pusat Kajian Lontar Universitas Udayana. 

Ketika Arjuna memenangkan sayembara dan mendapatkan Dewi Drupadi, ibu Arjuna yaitu Dewi Kekayi tanpa melihat apa yang diperoleh Arjuna mengatakan: apa yang didapat harus dibagi lima.

"Karena perkataan Dewi Kunti telah lepas, maka Dewi Drupadi dinikahkan dengan Panca Pandawa," kata Guna.

4. Kumbakarna yang tidur terus menerus

"Kumbakarna adalah pemuja Siwa yang taat. Saat Brahma akan memberikan anugerah, Brahma takut kalau yang diminta Kumbakarna adalah suka sadah atau kesenangan secara terus menerus. Sehingga masuklah Dewi Saraswati ke dalam lidah Kumbakarna. Saat mengatakan suka sadah meleset menjadi sukta sadah yang artinya tidur terus menerus," tutur Guna.

5. Drona dikalahkan saat mendengar Kabar Aswatama Meninggal

Ketika Bisma gugur di medan perang Kuruksetra, diangkatlah Drona menjadi senopati Kurawa.

Drona tidak bisa dikalahkan.

Akhirnya dicarilah cara, dan didapatkan bahwa titik kelemahannya berada pada anaknya, Aswatama karena Drona sangat sayang kepada anaknya tersebut.

"Drona bisa dikalahkan dengan menyebarkan berita bohong atau sekarang disebut hoax, bahwa anaknya yaitu Aswatama telah dibunuh. Padahal yang dibunuh adalah gajah yang bernama Aswatama. Ketika mendengar berita tersebut dan juga mengonfirmasi kebenarannya kepada Yudistira, lemaslah Drona dan dipenggal kepalanya oleh Drestajumna," kata Guna. (*)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved