Dharma Wacana
Cinta Kasih Adalah Kunci
Dalam ajaran agama Hindu, sikap tidak menghargai perbedaan, terlebih lagi sampai melakukan tindakan pembunuhan merupakan perbuatan
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ady Sucipto
Menurut saya, jika umat berpikir demikian, maka umat itu menghadirkan Tuhan-nya seakan-akan memiliki sifat pencemburu. Padahal dalam agama apapun, Tuhan itu digambarkan sebagai sesuatu yang terbebas dari sifat-sifat duniawi.
Di dalam Hindu, hal itu sebenarnya tidak perlu terjadi. Karena kita sudah diajarkan memahami Tuhan itu secara benar. Kalau pun kita dihadapi pada jumlah dewa yang beraneka ragam, kita diajak untuk memilih. Silakan memilih, tapi pilihan itu tidak musti harus memaksakan pilihan kita terhadap pilihan orang lain.
Karena Tuhan di dalam konsep Upanisad, Beliau adalah neti-neti, “Tidak ini tidak itu”. Tapi untuk kepentingan bhakti umat, dia hadir dengan berbagai ‘guna’.
“Dengan cara apapun kamu menyembah Tuhan, akan diterima asalkan berdasarkan cinta kasih dan ketulus-ikhlasan’.
Di sinilah kita diajak bertoleransi tinggi. Pemuja Brahma dan Wisnu tidak mesti harus bertengkar. (weg)