Dharma Wacana

Cinta Kasih Adalah Kunci

Dalam ajaran agama Hindu, sikap tidak menghargai perbedaan, terlebih lagi sampai melakukan tindakan pembunuhan merupakan perbuatan

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ady Sucipto

TRIBUN-BALI.COM - Indonesia berduka. Sejumlah oknum terduga teroris melakukan aksis teror dan kekerasan terhadap umat yang tidak sepaham dengan ideologinya.

Dalam ajaran agama Hindu, sikap tidak menghargai perbedaan, terlebih lagi sampai melakukan tindakan pembunuhan merupakan perbuatan yang sangat tidak dibenarkan. Meskipun perbuatan keji didasari untuk membela agama.

Agama Hindu hadir bukan hanya sebagai cara kita mendekatkan diri dengan Ida Sang Hyang Widhi atau Tuhan Yang Maha Esa.

Tetapi dia hadir sebagai petunjuk menghargai makhluk ciptaan-Nya. Baik itu manusia itu sendiri, hewan, tumbuhan, dan sebagainya.

Jika kita bisa menjalin cinta kasih antar semua makhluk ciptaan Tuhan, maka Tuhan pun akan menyayangi kita. Dan ketika meninggal, atman akan mendapatkan tempat yang layak.

Dalam Bhagawad Gita dijelaskan, “Dalam cara apapun kau datang pada-Ku, akan-Ku terima asalkan atas cinta kasih dan ketulus-ikhlasan’.

Dalam ‘Catur Marga’ dijelaskan, ada empat cara menuju Tuhan atau Moksa, yakni Bhakti Marga, Karma Marga, Jnana Marga dan Raja Yoga.

Bhakti Marga, cara mempersatukan atman dengan Brahman dengan berlandaskan cinta kasih yang mendalam kepada Tuhan beserta segala ciptaan-Nya.

Kuncinya adalah cinta kasih. Cintai Tuhanmu, cintai keluargamu, cintai semua yang ada di alam semesta, termasuk juga cintai musuh-musuhmu.

Karma Marga, adalah dengan melakukan pelayanan tanpa pamrih. Jika kamu melakukan perbuatan dengan tujuan mencapai surga dan dilayani bidadari, itu adalah tindakan pamrih, yang tidak akan mendapatkan pahala apapun, karena itu dilakukan tanpa ketulus- ikhlasan.

Jnana Marga, adalah dengan cara mempelajari kitab suci Weda, dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Raja Yoga, adalah cara mencapai Tuhan dengan cara bermeditasi, dengan memusatkan pikiran pada Tuhan saja.

Ideologi agama itu sangat menentukan karakter sebuah agama. Kalau kita berbicara Hindu, kita tidak hanya berbicara satu paham saja.

Hindu merupakan gabungan dari berbagai ideologi. Karena itu, jika Hindu berbicara tentang Tuhan, maka akan mengakomodir berbagai kreasi ideologi. Sehingga, ada keluwesan untuk memilih bentuk manifestasi Tuhan.

Konsep agama monoteisme, khususnya yang monoteisme murni yang bersifat transenden, ini akan melahirkan sebuah edukasi, jika edukasi tidak dilakukan dengan benar maka muncullah tindakan anarkis hingga teror.

Karena mereka hanya berpikir tentang monopoli, bahwa di dunia ini tak boleh hidup berdampingan dengan kelompok tak seiman.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved