Longsor di Bali
LONGSOR Dekat Kawasan Tower Turyapada, Gubernur Bali Tanggapi Musibah Itu
Koster menegaskan bahwa longsor tersebut bukan berasal dari bangunan tower.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Gubernur Bali, Wayan Koster, tanggapi musibah tanah longsor yang menimpa sebuah rumah sekaligus warung milik warga di Banjar Dinas Amertasari, Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, pada Sabtu 11 Januari 2026 malam.
Longsor tersebut diduga berasal dari tebing di sekitar proyek pembangunan Tower Turyapada, yang disebut tidak dilengkapi senderan pengaman. Koster menegaskan bahwa longsor tersebut bukan berasal dari bangunan tower.
“Bukan bangunan, itu kan ada lahan kira-kira 50 meter dari lokasi Turyapada, itu miring ya banjir longsor,” beber Koster pada, Rabu 14 Januari 2026.
Baca juga: TARGET Pembangunan Tahap II Turyapada Tower Tuntas November 2026, Ada Gondola hingga Pedestarian
Baca juga: PUNCAK Arus Mudik Berbarengan dengan Nyepi, Polres Jembrana Mulai Siapkan Pengamanan Operasi Ketupat
Ia menjelaskan, lokasi longsor berada di area lahan yang memang memiliki kontur miring dan berada di sekitar kawasan pembangunan.
Menurut Koster, lahan tersebut saat ini belum dilengkapi konstruksi pengaman sehingga rawan longsor saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Terkait status lahan di kawasan tersebut, Koster menyebut bahwa area tersebut memang masuk dalam rencana pembebasan lahan untuk pengembangan lintasan gondola menuju Tower Turyapada.
“Itu memang lahan yang akan dibebaskan untuk gondola, lintasan gondola sedang proses penlok,” imbuhnya.
Koster juga menanggapi kekhawatiran, soal potensi longsor di kawasan tersebut. Ia menegaskan bahwa kondisi saat ini berbeda dengan kondisi setelah pembangunan konstruksi selesai dilakukan.
“Lho kan ada konstruksinya nanti, kalau sekarang kan karena gak ada konstruksi kan dia hujan gede longsor nanti kalau konstruksi kan aman,” jelasnya.
Sementara terkait luasan lahan yang akan digunakan untuk proyek lintasan gondola, Koster mengatakan saat ini masih dalam tahap penyusunan dokumen perencanaan.
“Sedang disusun dokumennya berapa luasannya lintasan gondola itu kan 900 meter lebih itu akan dibebaskan,” tutupnya. (*)
| Jalan Penghubung Desa Peken Belayu-Desa Kukuh Kembali Longsor, Tebing Tergerus |
|
|---|
| 27 KK di Buleleng Terisolasi Pasca Longsor di Gitgit, Siswa Tidak Bisa Sekolah |
|
|---|
| Longsor Saat Hujan Deras di Nusa Penida, Tembok Penahan Pekarangan Rumah Warga Roboh |
|
|---|
| Korban Tanah Longsor di Kintamani Ditemukan Meninggal, Tertimbun Material 100 Meter |
|
|---|
| Korban Longsor di Suter Bangli Bali Ditemukan, Nyoman Buda Tertimbun di Sekitar Pondok Darurat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pengunduran-penutupan-TPA-Suwung-Denpasar-menjadi-November-2026.jpg)