Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Angin Kencang di Bali

TERIAK Lihat Atap Rumahnya Terbang, Angin Puting Beliung Rusak Puluhan Bangunan di Gianyar&Denpasar 

Di malam yang dingin tersebut, Priana pun membuka jendela kamarnya. Ia tak kuasa menahan kesedihan menyaksikan rumahnya rusak parah. 

Tayang:
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
BALE HANCUR - Kerusakan bale dangin milik warga akibat angin kencang di Banjar Batuaji, Desa Batubulan Kangin, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Rabu 21 Januari 2026.  

TRIBUN-BALI.COM - Jam dinding menunjukkan pukul 01.45 Wita, saat I Wayan Priana (29) terbangun dari tidur lelapnya akibat suara gemuruh, Rabu 21 Januari 2026. Di tengah memulihkan kesadaran, matanya seketika membelalak melihat genting di atas tempat tidurnya hilang, hanya terlihat langit gelap. 

"Kejadiannya sekitar jam satu lewat empat puluh menit, saat saya terbangun akibat angin kencang. Saat itu genteng beterbangan, lihat ke atas terlihat langit. Di situ saya hanya bisa berteriak, memastikan keluarga saya selamat. Astungkara semua selamat," ujar Priana saat ditemui di rumahnya Banjar Batuaji, Desa Batubulan Kangin, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Rabu siang.

Di malam yang dingin tersebut, Priana pun membuka jendela kamarnya. Ia tak kuasa menahan kesedihan menyaksikan rumahnya rusak parah. 

Baca juga: DPR BANTAH Intervensi Presiden, Keponakan Prabowo Calon Deputi Gubernur BI, Mundur dari Gerindra!

Baca juga: SENTIL Rumah di Sempadan Sungai Saat Kunjungi Rumah Ambruk di Tabanan!

Hampir semua bangunan di rumahnya tidak memiliki genting lagi, karena diterbangkan angin. Paling parah terjadi pada bale dangin. Bale tersebut roboh, hanya menyisakan lantai. 

"Semuanya rusak, genteng semuanya lepas karena diterbangkan angin. Paling parah bale dangin, tembok dan atapnya roboh. Tadi pagi warga banyak yang datang untuk membantu membersihkan. Sebelum dibersihkan, situasinya sangat parah, genteng berserakan di mana-mana," ujarnya. 

Ia memperkirakan, kerusakan ini menimbulkan kerugian mencapai Rp 400 juta lebih. Saat ditemui, Priana dan keluarganya sedang menyiapkan tempat tidur sementara di sebuah bangunan beratap asbes, yang saat kejadian masih kuat menahan hembusan angin.

"Semoga ada bantuan dari pemerintah dan darmawan. Bukan berarti kami mengemis bantuan, tapi di tengah keterbatasan kami, kami sangat mengharapkan bantuan sekecil apapun," ujarnya lirih.

Priana mengungkapkan bahwa banjarnya selama ini rawan terhadap bencana angin kencang. Seingatnya, di tahun 2008, angin kencang juga pernah merusak rumahnya. 

Namun saat itu kerusakan hanya terjadi pada atap dapur. "Kalau tidak salah, tahun 2008 lalu sempat juga ada angin puting beliung, waktu itu setengah atap dapur," tuturnya. 

Berdasarkan data dihimpun Tribun Bali, ada belasan rumah lainnya yang terdampak angin kencang di Banjar Batuaji.

Seperti di rumah I Wayan Cok Ariana, (57), kerusakan terjadi pada 1 unit bangunan pelinggih dan 1 unit bangunan rumah tinggal. Sementara di rumah I Made Untung Antara, kerusakan terjadi pada 4 unit pelinggih roboh serta bale rusak sedang.

Di rumah I Ketut monjong, sebuah bale piyasan roboh,10 unit pelinggih dan semua bangunan atapnya habis. Di rumah Balik Juniawan, sebuah bangunan dan atap rumah rusak. Di rumah I Wayan Riana, sebuah pelinggih dan atap warung rusak.

Angin kencang juga merusak bangunan Bale Mangku di Pura Penataran Batuaji. Selain rumah-rumah warga, angin puting beliung juga merobohkan garase mobil milik I Made Jono.

Di sana, semua mobil yang sedang terparkir di bawah garase tertimpa atap. Tidak terdapat mobil yang sampai ringsek, hanya mengalami lecet dan penyok. 

Tak hanya di Batuaji, kerusakan akibat angin kencang juga terjadi di Banjar Delodtangluk, Desa Sukawati. Yakni rumah milik Candra Gunawan, (55). Angin kencang merusak kanopi warung makan dengan kerugian materiil ditaksir sebesar Rp 25 juta.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved