Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Angin Kencang di Bali

DAMPAK Angin Kencang, Pohon Kelapa Tumbang Halangi Jalan di Blahbatuh Gianyar Bali!

Lokasi tumbang berada di atas jalan raya menuju Bypass Prof Ida Bagus Mantra. Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Istimewa
Tumbang - Sebuah pohon kelapa tumbang akibat angin kencang, di wilayah Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Bali, Selasa 23 Desember 2025.  

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Cuaca ekstrem masih melanda kawasan Kabupaten Gianyar, Bali, hingga Selasa 23 Desember 2025.

Kali ini bukan hujan lebat. Melainkan angin kencang, menyebabkan pohon kepala di wilayah Jalan Patolan, Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Bali, tumbang.

Lokasi tumbang berada di atas jalan raya menuju Bypass Prof Ida Bagus Mantra. Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Namun lalu lintas terganggu, karena meskipun terdapat ruang terbuka di bawah pohon. Namun pengendara was-was, karena sewaktu-waktu pohon tersebut bisa menimpa mereka.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta, mengatakan pihaknya telah menerima laporan tersebut, dan langsung menugaskan anggota untuk melakukan proses evakuasi. "Ya, laporannya sudah kami terima," ujarnya.

 

Baca juga: ANGIN Kencang Landa Buleleng, Atap Rumah Milik Sukapada Terbang Terbawa Angin!

Baca juga: JASAD Puja Telungkup, Usai 2 Hari Tak Keluar Kamar, Diduga Tersengat Listrik Saat Isi Daya Ponsel!

 

Dibya menyebut pohon tersebut tumbang akibat angin kencang. Pihaknya pun mengimbau pada masyarakat, agar selalu waspada saat bepergian. Sebab cuaca ekstrem masih terjadi di Kabupaten Gianyar hingga beberapa hari ke depan. 

"Cuaca masih ekstrem hingga beberapa hari ke depan. Kami meminta masyarakat agar selalu waspada akan potensi bencana, baik pohon tumbang, banjir, tanah longsor, termasuk juga petir," ujarnya. 

Kepala Pelaksana BPBD Gianyar, Ida Bagus Putu Suamba, mengatakan selain pohon tumbang, Selasa ini pihaknya juga telah menangani tanah longsor di wilayah Pejeng Kangin, Kecamatan Tampaksiring, yang mengganggu irigasi petani. 

"Saat ini air sudah mengalir normal, dan material longsor akibat cuaca ekstrem sudah dibersihkan, berkat kolaborasi BPBD Gianyar, PUPR Gianyar, BWS, Perbekel Pejeng Kangin, Seluruh Pekaseh dan anggota," ujarnya. 

Gus Suamba juga berpesan pada masyarakat, ketika terjadi hujan lebat, terlebih lagi disertai angin kencang dan petir, sebaiknya berhenti terlebih dahulu di lokasi yang aman. Hal tersebut untuk mengindari adanya pohon tumbang, tanah longsor, banjir maupun tersambar petir.

"Dengan kondisi cuaca ekstrem seperti saat ini, kewaspadaan sangat penting. Ketika hujan lebat disertai petir dan angin kencang, sebaiknya berhenti terlebih dahulu di tempat aman. Meskipun saat berkendara membawa mobil atau sudah membawa jas hujan bagi pemotor, dalam kondisi cuaca demikian, risikonya sangat tinggi," tegasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved