Liputan Khusus
FANTASTIS! Meski Dikepung Pasar Modern 16 Pasar di Denpasar Sumbang Angka Rp 23 M Per Tahun
Kendati pasar modern seperti mal atau plaza dan department store terus bertambah jumlahnya di Denpasar, eksistensi pasar tradisional di kota ini
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara | Editor: Ady Sucipto
Apabila pasar tradisional tidak merevitalisasi fisik, SDM pedagang dan ragam layanannya, maka di masa mendatang dikhawatirkan pasar tradisional akan kalah bersaing dengan toko modern.
“Pedagang di pasar tradisional banyak menjual kebutuhan sehari-hari yang tak bertahan lama seperti sayur-mayur, ikan, daging dan sejenisnya. Kini toko modern pun jual sayur, daging, ikan dan produk-produk lain yang sebelumnya hanya bisa ditemui di pasar tradisional. Toko modern jelas merupakan pesaing, apalagi jumlahnya menjamur,” jelas Wiranata.
Untuk menghadapi gempuran pasar pasar modern, PD Pasar Kota Denpasar telah bekerjasama dengan Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo) untuk meningkatkan kualitas keamanan, kenyamanan, dan kebersihan pasar tradisional di Denpasar.
“Kami sudah membuat kebijakan tiga pasar menjadi contoh pasar dengan standar kebersihan. Yakni Pasar Gunung Agung, Pasar Ketapian, dan Pasar Sanglah. Di Pasar Ketapian sudah terlihat hasil upaya kami bersama Asparindo. Pasar Sanglah masih berupaya mengejar,” jelasnya. (Win/Zan)
Simak video lengkapnya di bawah ini: