Pembangunan Bale Kukul Banjar Peninjoan Habiskan Dana Rp 250 Juta, Dipelaspas Hari Ini
Mereka akan mengikuti upacara pecaruan Panca Sata yang bertepatan dengan Sugihan Bali (Sukra Kliwon Sungsang).
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ratusan warga Banjar Peninjon, Peguyangan Kangin, Denpasar, Bali berduyun-duyun ke Balai Banjar Jumat (25/5/2018).
Mereka akan mengikuti upacara pecaruan Panca Sata yang bertepatan dengan Sugihan Bali (Sukra Kliwon Sungsang).
Upacara ini juga dirangkaikan dengan upacara pemelaspasan Bale Kulkul Banjar Peninjoan, Kecamatan Denpasar Utara.
Sebelum upacara Melaspas Bale Kukul di mulai, acara di awali dengan Mecaru Panca Sata dengan caru bebek bulu sikep dan ayam brumbun.
Rentetan upacara ini juga diiringi tari Wali Rejang dan Tari Topeng Sidhakarya.
Pelaksanaan upacara ini juga disaksikan Plt. Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara.
Manggala Karya sekaligus Kelihan Banjar Peninjoan, Wayan Putra Arsana mengatakan, upacara pecaruan dan pemelaspasan berkaitan dengan pemugaran Bale Kukul di Banjar Peninjoan yang baru rampung.
Renovasi ini dilakukan mengingat bangunan bale kukul yang terdahulu tata letaknya kurang baik dari segi penempatan dan juga sudah rapuh termakan usia.
Atas hasil musyawarah warga banjar diputuskan untuk dilakukan pamugaran bale kukul dengan tata letak yang benar.
Renovasi bale kukul ini dilakukan selama kurang lebih empat bulan.
Biayanya perbaikan merupakan bantuan Pemerintah dan urunan warga Banjar Peninjoan yang berjumlah kurang lebih 90 KK, dengan total biaya keseluruhan Rp 250 juta.
Lebih lanjut dijelaskan upacara ini dipuput oleh Ida Peranda Gde Made Putraka Timbul, dari Geriya Timbul Denpasar.
“Kami bersama warga mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kota Denpasar, terutama kepada Bapak Walikota Jaya Negara karena sudah bisa hadir dan telah memberikan perhatian serta bantuan kepada warga Banjar Peninjoan dan diharapkan juga pemerintah agar bisa terus memperhatikan budaya dan tadisi seperti ini agar kedepannya warisan budaya bali tetap terjaga dengan baik," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/melaspas_20180525_152328.jpg)