Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Gunung Agung Terkini

Gunung Agung Termasuk 8 Gunungapi Paling Bahaya di Dunia, Erupsinya Dinilai Mematikan

Sebuah artikel yang muncul Rabu (6/6/2018) di website milik majalah bergengsi Time, yakni time.com, menyebut tentang gunungapi yang paling berbahaya

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Eviera Paramita Sandi
Grafis Tribun Bali
Gunung Agung 

TRIBUN-BALI.COM - Sebuah artikel yang muncul Rabu (6/6/2018) di website milik majalah bergengsi Time, yakni time.com, menyebut tentang gunungapi-gunungapi yang paling berbahaya di dunia, dan delapan diantaranya dibahas dalam artikel itu.

Yang menarik, 2 dari 8 gunung api paling berbahaya yang dibahas itu berada di Indonesia, yakni Gunung Agung (Bali) dan Gunung Merapi (Yogyakarta-Jawa Tengah).

Untuk menyebut gunungapi paling berbahaya di dunia, menurut time.com, beberapa faktor dipertimbangkan.

Baca: Magma Gunung Agung Tambah 1 Juta Meter Kubik Sejak Tiga Minggu Terakhir

Antara lain tingkat kepadatan penduduk di sekitar gunung itu, tipe magma yang keluar selama erupsinya dan sejarah erupsi gunungapi itu.

Contoh, erupsi gunungapi di daerah terpencil tidak sebahaya erupsi gunungapi di daerah berpenduduk.

Begitu pula, gunungapi aktif yang lama tak erupsi menghadirkan risiko lebih besar, karena tekanan yang terus bertambah yang dihasilkan oleh aktivitas vulkanik di perut gunung itu.

Gunung Agung alami erupsi pada Senin (30/4/2018)
Gunung Agung alami erupsi pada Senin (30/4/2018) (Istimewa)

Kepala Sub-Bidang Mitigasi Pemantauan Gunungapi Wilayah Timur PVMBG, Devy Kamil Syahbana, membenarkan bahwa Gunung Agung adalah salah-satu gunungapi di dunia yang erupsinya dapat mematikan.

Gunung Agung adalah satu di antara hanya 58 gunungapi di dunia yang skala letusannya (VEI/Volcanic Explosivity Index) mencapai 5, yang terpantau pada erupsi tahun 1963.

Sebagai ilustrasi, jelas Devy, erupsi Merapi pada 2010 lalu masih termasuk VEI 4.

Artinya, eksplosivitas maksimum erupsi Gunung Agung pada 1963 itu 10 kali lebih besar dari eksplosivitas maksimum Gunung Merapi tahung 2010.

Gunung Agung juga adalah satu di antara hanya 7 gunungapi di dunia yang pernah mengalami erupsi dengan VEI 5 berturut-turut.

Erupsi Gunung Agung pada 2017-2018 lalu, menurut Devy, masih tergolong beruntung.

Mengapa?

“Karena hampir 50 juta meter kubik magma yang terkumpul di perut Gunung Agung saat 22 September 2017 lalu keluar secara perlahan mulai 21 November. Kalau saja magma saat itu keluar jauh lebih eksplosif, maka efek erupsinya bisa jadi lebih buruk,” terang Devy saat dihubungi kemarin.

Meskipun erupsi 2017-2018 tergolong kecil eksplosivitasnya, namun erupsi Gunung Agung yang akan datang, skala erupsinya bisa saja seperti 1963.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved