Gubernur Bali Terpilih Siap Berantas Mafia Tenaga Kerja Non-Lokal
Gubernur Bali terpilih, Wayan Koster, akan segera mengkaji program Bali Mandara
Penulis: Ragil Armando | Editor: Irma Budiarti
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gubernur Bali terpilih, Wayan Koster, akan segera mengkaji program Bali Mandara yang merupakan program milik duet Pasti-Kerta memimpin Bali 2013-2018.
Menurutnya, Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, juga akan segera melakukan rapat besar untuk memaparkan terkait dengan programnya selama memerintah Bali dua periode.
"Secara keseluruhan kami akan mengkaji program gubernur lama, dan beliau sudah berjanji akan memaparkan program-program yang sudah dilakukan selama dua periode ini bersama OPD," katanya saat jumpa pers di Rumah Transisi di Renon, Denpasar, Selasa (24/7/2018).
Koster pun menjelaskan beberapa arah program selanjutnya.
Disebutkan akan ada tim khusus yang digunakan untuk merancang beberapa program strategis.
Misalnya untuk legislasi, akan ada Oka Mahendra yang adalah mantan anggota DPR RI lima periode yang sangat hafal urusan legislasi.
Kemudian ada Made Suwandhi yang adalah mantan Dirjen Otda Kemendagri.
“Termasuk beberapa orang lain, yang kemampuannya luar biasa. Pak Oka Mahenda dan Pak Suwandhi sudah siap. Dua orang ini sangat jago urusan legislasi dan lainnya,” jelas Koster.
Tak hanya itu, Koster juga akan merancang beberapa program prioritas sesuai dengan visi dan misi.
Beberapa hal yang menarik, Koster menegaskan akan menyusun Ranperda untuk tenaga kerja lokal.
“Saat ini ada mafia tenaga kerja non lokal. Itu harus diberantas, intinya kami ingin mengajak agar membangun Bali bukan hanya membangun di Bali. Kalau membangun di Bali, Bali dapat sampahnya saja,” kata Wayan Koster, Gubernur Bali terpilih.
Beberapa program juga dijelaskan, seperti membangun jalan tol, membangun jalur kereta api keliling Bali.
Termasuk juga menjelaskan bahwa Bandara Ngurah Rai saat ini diperluas namun tetap ada keterbatasan.
Karena itu ke depan mesti dibangun bandara di Buleleng. Lokasinya di Kubutambahan.
Namun Koster memberikan penjelasan penting, bahwa bandara akan dibangun di darat bukan di luat.
“Saya tegaskan di darat, bukan di laut. Bandara di Buleleng akan dibangun di darat. Kami segera akan koordinasi dengan Kementrian Perhubungan setelah nanti dilantik,” jelas politikus asal Buleleng ini. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/gubernur-terpilih_20180725_084746.jpg)