Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Gubernur Baru Ngantor di Rumah Transisi, Segera Kumpulkan OPD di Pemprov Bali

KPU Bali akhirnya menetapkan secara resmi pasangan nomor urut satu, Koster-Ace sebagai pasangan Gubernur Terpilih

Penulis: Ragil Armando | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih, I Wayan Koster dan Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati, memperlihatkan SK penetapan KPU Bali, Selasa (24/7/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bali akhirnya menetapkan secara resmi pasangan nomor urut satu, Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace) sebagai pasangan Gubernur-Wakil Gubernur Bali Terpilih Periode 2018-2023 di Ruang Wiswa Sabha, Kantor Gubernur Bali, Selasa (24/7/2018).

Setelah ditetapkan sebagai gubernur dan wakil gubernur baru, Koster-Ace segera akan berkantor di Rumah Transisi yang disiapkan Pemprov Bali.

Paslon nomor urut satu itu ditetapkan oleh KPU Bali melalui SK bernomor 3646/PL.03.7-Kpt/51/Prov/VII/2018 tentang Penetapan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih Dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Tahun 2018.

"Hari ini kami menetapkan Wayan Koster dan Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati sebagai calon gubernur dan wakil gubernur terpilih," kata Ketua KPU Bali, Dewa Kade Raka Sandi.

Penetapan paslon terpilih ini memang mendadak.

Hal ini dikarenakan adanya surat dari Mahkamah Konsitusi (MK).

Dikatakan, MK telah menerbitkan BRPK (Berita Registrasi Perkara Konsititusi) pada tanggal 23 Juli 2018.

Sesuai Pasal 52 Ayat 5, harus segera melantik pasangan calon yang memenangkan Pilkada.

“Sedangkan berdasarkan Pasal 52 Ayat 5, KPU Provinsi yang tidak ada sengketa perselisihan hasil, menetapkan pasangan calon terpilih paling lambat satu hari setelah dari MK diterima,” terang Raka Sandi.

Begitu menerima surat dari MK tersebut, KPU Provinsi Bali langsung berkoordinasi dan menyiapkan acara penetapan.

“Astungkara, tadi malam surat kami terima, kami langsung memberikan undangan melalui media sosial dan draft-nya kami susulkan. Begitulah situasinya,” terangnya.

Tak hanya itu, Raka Sandi juga berpamitan kepada semua pihak.

Pasalnya, masa jabatan Raka Sandi sebagai Ketua KPU Provinsi Bali akan berakhir.

“10 tahun saya dijajaran (KPU Bali), dan ini hari terakhir saya sebagai Ketua KPU Bali. Saya ucapkan selamat kepada masyarakat Bali, karena Pilgub sudah berjalan dengan kondusif,” tutur dia.

Pasangan Koster-Ace dalam Pilgub Bali 2018 meraih 1.213.075 suara.

Perolehan itu mengungguli pasangan Ida Bagus Rai Dharma Wijaya Mantra-I Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta) yang mendapatkan 889.930 suara.

Inisiatif Pastika

Usai penetapan oleh KPU Bali, pasangan Koster-Ace bersama tim pemenangan dan relawan langsung meninggalkan lokasi menuju Rumah Transisi yang terletak di Rumah Dinas Ketua DPRD Bali, di bilangan Jalan Mohammad Yamin, Renon, Denpasar.

Koster-Ace melakukan jumpa pers terkait dengan hasil penetapan tersebut.

Mereka didampingi Ketua Tim Pemenangan Koster-Ace yang juga Bupati Badung, Nyoman Giri Prasta.

Gubernur terpilih, Wayan Koster, mengatakan keberadaan rumah transisi ini merupakan inisiatif dari Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, kepada dirinya sebagai gubernur baru.

Menurut Koster, rumah jabatan Ketua DPRD Bali kemudian “disulap” jadi Rumah Transisi.

Bahkan, tak hanya itu, Pastika juga memperbolehkan KBS-Ace untuk berkoordinasi dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Dewa Made Indra dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menyusun program guna mewujudkan visi misi.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Gubernur Bali. Saya diberikan tempat ini sebagai Kantor Tim Transisi. Kami juga sudah diberikan kesempatan untuk berkoordinasi dengan OPD,” paparnya.

Koster akan segera berkantor di Rumah Transisi ini untuk membahas berbagai Raperda dan Pergub yang akan segera dilaksanakan usai dilantik pada 17 September 2018 mendatang.

Ketua DPD PDIP ini juga mengatakan bahwa dirinya bersama Cok Ace akan dibantu oleh Tim Transisi yang terdiri dari berbagai pakar, termasuk akademisi.

"Di sini kami akan rancang Perda dan Pergub, kami bekerja day to day," jelasnya.

Ucapkan Terima Kasih

Di sisi lain, Koster menyampaikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih terkait jalannya Pilgub Bali 2018, yang menjadikannya sebagai gubernur terpilih.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Bali yang telah hadir datang ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya pada Pilgub Bali, yang dilaksanakan tanggal 27 Juni 2018 sebagai bagian dalam membangun demokrasi untuk memilih pemimpin Bali yang diharapkan mampu membangun untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Bali," katanya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada jajaran parpol pendukung yang menurutnya sudah bekerja keras dalam memenangkan Pilgub Bali ini.

"Mengucapkan terimakasih kepada partai pengusung/pendukung, PDI Perjuangan, Hanura, PAN, PKPI, PKB, dan PPP Provinsi Bali dengan jajarannya, Tim Pemenangan dan Relawan KBS-Ace yang telah bekerja keras dan bergotong royong memenangkan pasangan ini," tambah mantan anggota DPR RI ini. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved