Ketua Nasional PEMBARU Indonesia Sebut Ada 4 Kondisi Darurat Dunia Pendidikan
Ketua Nasional PEMBARU Indonesia, Catur Widi Asmoro menyebut ada empat kondisi darurat dalam dunia pendidikan saat ini
Penulis: Putu Supartika | Editor: Irma Budiarti
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dalam seminar Internasional Mahasiswa Hukum Indonesia di Universitas Mahasaraswati Denpasar, Kamis (2/8/2018), disebutkan ada empat kondisi darurat dalam dunia pendidikan saat ini.
Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Nasional PEMBARU Indonesia, Catur Widi Asmoro sebagaimana yang ia kutip dari Kompas.com
"Pertama, meningkatnya pelanggaran HAM di dunia pendidikan. UNICEF menyebutkan bahwa 1 dari 3 anak perempuan dan 1 dari 4 anak laki-laki mengalami kekerasan. Pelanggaran HAM di pendidikan juga mengalami kenaikan dari 19 kasus di tahun 2017, kini sudah ada 11 kasus hingga April 2018," kata Catur.
Masalah kedua yaitu peringkat atau kualitas pendidikan Indonesia yang rendah, meskipun anggaran pendidikan sudah mencapai 20 persen.
Masalah ketiga, terjadinya korupsi pendidikan yang cukup tinggi.
ICW mencatat dari tahun 2005 - 2016 terdapat 425 kasus korupsi di dunia pendidikan yang nilainya mencapai Rp 1.3 triliun dan nilai suap Rp 55 miliar.
Masalah keempat yaitu sistem pendidikan yang menurutnya belum baik.
Kurikulum dianggap terlalu membebani siswa, metode yang membosankan dan belum mengakomodasi keberagaman rakyat Indonesia.
"Survei Political and Economic Risk Concultant (PERC) menyebutkan, kualitas pendidikan Indonesia berada di urutan 12 dari 12 negara. Salah satu penyebabnya kurikulum yang tidak memperhatikan kebutuhan dan perkembangan masyarakat terutama di daerah-daerah," imbuhnya.
Masalah ini juga ditambah dengan naiknya biaya pendidikan tinggi, dimana pertahun mencapai rentang 10 - 20 persen.
Hanya kurang dari 25 persen lulusan SMA yang mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/seminar-internasional-mahasiswa-hukum-indonesia-di-universitas-mahasaraswati-denpasar_20180802_121313.jpg)