Sponsor Content
KPHI Gelar Konferensi Putra Putri Hakka di Bali
KPHI menggelar pertemuan yang diikuti 130 peserta dari setiap perwakilan daerah Indonesia
Penulis: Rino Gale | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM- Konferensi Putra-Putri Hakka Indonesia (KPHI) menggelar pertemuan yang diikuti 130 peserta dari setiap perwakilan daerah Indonesia.
Peserta yang hadir kebanyakan anak muda dan remaja.
Peserta senior rata-rata berumur 40 tahun.
Ketua Panitia, Cindra Kusuma Sari saat ditemui di Grand Inna Bali, Kuta, Jumat (3/8), menjelaskan, KPHI ini digelar tiap tahun.
Kegiatan ini sudah yang ke-5, pertama di Solo, Batam, Surabaya, Medan, dan yang terakhir ini di Bali.
Hakka adalah organisasi suatu suku yang berasal dari Tiongkok, dimana perwakilan daerah seluruh Indonesia berkumpul menjadi satu organisasi KPHI.
Organisasi KPHI ini ada di seluruh daerah Indonesia yakni Aceh, Kalimantan, Sulawesi, dan Medan.
"Dari kegiatan tahun sebelumnya, tahun ini yang banyak. Paling banyak perwakilan dari Medan, sekitar 16 orang. Saya pikir hanya 80 orang yang ikut, namun ternyata mereka sangat antusias datang mengikuti kegiatan KPHI di Bali," ujarnya.
Selain kegiatan untuk refresing, KPHI juga mengadakan metting konferensi yang akan dibagi menjadi dua sesi yakni membahas budaya dan bisnis.
Dalam sesi tersebut, anak muda KPHI ini akan dikembangkan, bagaimana anak muda diajarkan agar tidak lupa dengan budaya Cina, namun tetap Indonesia.
"Kami ini mempunyai suku yang ada di Cina yakni suku Hakka. Hakka ini sangat unik dengan khas bentuk rumah yang berbentuk bundar," jelasnya.
Untuk sesi bisnis, anak muda akan dilatih bagaimana berbisnis dengan baik. "Nanti dilatih agar anak muda zaman milenial saat ini diberi semangat dan contoh agar bisa berbisnis dengan baik, seperti para pembisnis yang sukses," ujarnya.
Dengan diadakan kegiatan ini, harapan KPHI, memupuk generasi anak muda agar makin berkembang untuk berani berbisnis. (adv/rin)