Anaknya Sakit Tumor Mata, Ibu Asal Medan Tak Percaya Mendadak Diturunkan dari Dalam Pesawat
PA menderita sakit tumor mata yang dinilai akan menganggu kenyamanan para penumpang lain.
Pihak Batik Air telah mengembalikan biaya tiket ketiga penumpang tersebut.
"Batik Air menjelaskan, berdasarkan pertimbangan faktor kenyamanan penerbangan, maka tidak bisa memberangkatkan kembali pada penerbangan berikutnya," ujar Danang.
Pulang dengan Garuda Indonesia
Setelah ditolak diberangkatkan oleh Batik Air, bocah penderita tumor mata, Piki Ananda akhirnya bisa kembali ke kampung halamannya di Laut Dendang, Deli Serdang, Sumatera Utara, Sabtu (11/8/2018).
Sabtu pagi, Piki menggunakan maskapai penerbangan Garuda Indonesia dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, menuju Bandara Kualanamu, Sumatera Utara.
"Alhmadulillah PA dan ibunya sudah sampai di rumah. Tadi terbang jam 07.50 naik Garuda," ujar relawan yang mendampingi Piki, Yuni saat dihubungi Kompas.com, Sabtu siang.
Yuni sempat khawatir Piki akan ditolak seperti saat menaiki Batik Air, Jumat kemarin.
Namun, kekhawatiran itu memudar setelah petugas Garuda mengizinkan mereka masuk ke pesawat.
Adapun saat check in, Yuni berinisiatif membawa Piki ke balai kesehatan bandara meskipun saat itu dia telah memegang rekomendasi medis Piki dari dokter RSCM.
Yuni mengatakan, saat menemui dokter bandara, dokter tersebut mengatakan tidak perlu ada rekomendasi laik terbang dari dia. Ini karena rekomendasi medis telah diberikan oleh dokter RSCM.
Saat masuk ke pesawat, tidak ada pertanyaan apapun dari pramugari seperti yang pernah terjadi di Batik Air.
"Mulus-mulus aja kami naik tadi enggak ada masalah. Waktu sampai rumah, PA sama Ibunya juga udah senyum-senyum, dia senang udah pulang ke Medan," ujar Yuni. (*)
Artikel ini ditulis Royandi Hutasoit telah tayang di tribun-medan.com dengan judul "Sudah Masuk Pesawat, Ibu Asal Medan Diturunkan Batik Air Karena Anaknya Sakit dan Bau"