Anaknya Sakit Tumor Mata, Ibu Asal Medan Tak Percaya Mendadak Diturunkan dari Dalam Pesawat

PA menderita sakit tumor mata yang dinilai akan menganggu kenyamanan para penumpang lain.

Editor: Rizki Laelani
screenshot youtube
Seorang ibu mengeluhkan layanan maskapai penerbangan yang memintanya turun lantaran membawa anak yang tengah menderita tumor mata. 

Ia juga memegang surat rekomendasi dokter terkait kesehatan PA.

Namun, kata Dewi, pihak maskapai tetap tidak mengizinkan ketiganya terbang.

Kepada petugas, Dewi meminta surat bahwa PA ditolak terbang.

Namun, petugas menolak. Adapun surat rekomendasi dari pihak karantina juga diambil pihak maskapai.

Manajemen Batik Air akhirnya memulangkan uang tiket dipotong biaya travel yang telah digunakan.

"Di situ saya enggak bisa ngomong apa-apa lagi. Kami kecewa, harusnya tinggal ngeng (berangkat). Kami pilih keberangkatan pagi karena supaya enggak terlalu bau. Waktu itu penumpangnya juga tidak terlalu banyak," ujar Dewi.

Saat itu, Dewi sempat melihat dan mendengar salah satu petugas memarahi petugas lainnya karena membiarkan PA masuk ke pesawat.

"Kita lihat ada petugas kayaknya bosnya, marah-marah," ujar Dewi.

Akhirnya, Dewi bersama PA dan Yuni kembali ke rumah singgah di Jakarta Pusat.

Penjelasan Batik Air

Corporate Communication Strategic of Batik Air Danang Mandala Prihantoro mengatakan, pihaknya telah melakukan tindakan sesuai prosedur.

Petugas terlebih dahulu menanyakan kondisi PA dan meminta ketiga penumpang untuk turun dan melapor ke customer service.

PA juga telah diperiksa di karantina.

Danang mengakui Dewi telah memberikan surat kelaikan terbang dan petugas telah memeriksa surat tersebut.

Namun, kata Danang, maskapai tetap tidak bisa mengizinkan PA untuk mengikuti penerbangan itu.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved