Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Pria Bertato Samurai Meninggal Misterius, Begini Kata Polisi

Setelah sempat mendapat penanganan, seorang pria tak dikenal menghembuskan napas terakhirnya di ruang Intensi RSUP Sanglah, Denpasar, Sabtu (11/8).

Tayang:
Penulis: Hisyam Mudin | Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali/Dwi Suputra
Ilustrasi jenazah 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Setelah sempat mendapat penanganan, seorang pria tak dikenal menghembuskan napas terakhirnya di ruang Intensi RSUP Sanglah, Denpasar, Sabtu (11/8).

Namun hingga Senin (13/8), jenazah pria bertato Samurai ini belum ada yang mengambil. Penyebab kematiannya pun masih misterius.

Pria yang belum diketahui identitasnya ini ditemukan dalam kondisi kritis di Jalan Sidakarya, Denpasar, Kamis (9/8). Ia dibawa ke RSUP Sanglah oleh Pusdalops BPBD.

Kepala Bagian/SMF Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, dr. Ida Bagus Putu Alit, mengatakan dari hasil pemeriksaan luar (PL), pada tubuh korban ditemukan sejumlah luka-luka lecet dan memar yang tersebar pada punggung dan dada serta paha kanan.

"Ada tanda kekerasan benda tumpul pada perut, perkiraan waktu kematian kurang dari delapan jam, saat ini jenazah korban masih di kamar jenazah RS Sanglah," katanya, Senin (13/8).

Alit menjelaskan, berdasarkan informasi dari Pusdalops BPBD, korban ditemukan di Jalan Sidakarya dan dievakuasi ke ruang IGD RSUP Sanglah.

Korban sempat mendapat penanganan dan dirawat di ruang intensif RSUP Sanglah hingga menghembuskan napas terakhirnya pada Sabtu lalu.

"Jadi awalnya dievakuasi ke ruang IGD, karena ada trauma tumpul abdomen (cedera perut) sehingga dioperasi karena ada organ dalamnya yang rusak. Setelah itu baru dirawat intensif. Korban telah dioperasi di bagian perut," katanya.

Alit menjelaskan, ciri-ciri korban berjenis kelamin pria dan diperkirakan berumur sekitar 36 tahun, tinggi badan 168 cm, berat badan 70 kilo gram, ras Mongoloid (Indonesia).

"Identifikasi khusus, pada punggung kiri ada tato motif topeng dan samurai, tato paha kiri bermotif singa," jelasnya.

Korban diduga meninggal akibat penganiayaan atau kecelakaan lalu lintas. Ditemukan luka pada perut korban akibat benda tumpul.

"Korban meninggal tak wajar. Kami juga sudah melapor ke pihak kepolisian untuk melakukan investigasi. Korban sama sekali tidak membawa identitas," katanya

Alit pun mengimbau, jika ada masyarakat yang merasa kehilangan keluarga dengan ciri-ciri korban tersebut bisa langsung datang ke Instalasi Kedokteran Forensik RS Sanglah, Denpasar.

Belum Ada Laporan

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Denpasar Selatan Kompol I Nyoman Wirajaya mengungkapkan pihaknya justru belum tahu menahu perihal kejadian tersebut.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved