Ngopi Santai

Sejak Kecil Sama-sama Diajarkan Buang Sampah, Kenapa Orang Jepang Lebih Peduli?

Ini beda orang Indonesia dan orang Jepang dalam memandang sampah. Perbedaan ini membuat peradaban Jepang berada jauh di atas orang Indonesia

Sejak Kecil Sama-sama Diajarkan Buang Sampah, Kenapa Orang Jepang Lebih Peduli?
instragram
foto viral, saat suporter Jepang memunguti sampah puntung rokok di lokasi Asian Games, belum lama ini. Hal serupa juga pernah dilakukan suporter Jepang saat Piala Dunia berlangsung di Rusia. 

Di negara yang pernah hancur tahun 1945 ini oleh dua bom atom milik Amerika Serikat ini, ternyata mengenal juga istilah pendidikan prasekolah atau pendidikan sebelum masuk SD.

Pendidikan prasekolah itu ada dua macam, yaitu hoikuen/child care, serta youchien/kindergarten.

Meski bukan kewajiban, namun lebih dari 95 persen anak-anak 3-6 tahun di Jepang mengikutinya.

Bagaimana yang tidak ikut?

Maka pemerintah pusat menyerahkan kegiatan untuk anak-anak ke pemerintah lokal, organisasi nirlaba, kominkan community center atau taman bermain.

Dalam hoikuen atau youchien, berbagai kegiatan dilakukan anak-anak.

Setiap pagi dan bertemu orang dewasa, sebagai penyemangat selalu bilang “Gambatte ne..”.

Kegiatan paling ramai adalah makan bersama. Mereka dari rumah sudah membawa alat makan lengkap, seperti sumpit, serbet, dan alas makan.

Setelah itu, anak-anak berkebun. Di sana mereka memperhatikan lingkungan.

Ada sampah, tanpa disuruh, langsung dipungut.

Halaman
1234
Penulis: Rizki Laelani
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved