Gempa Bumi Lombok

Suka Cita Niranim Terima Ranjang Bayi dan Distribusi Bantuan Warga Bali Hingga Pelosok Lombok

Niranim bersama bayinya tampak sehat. Raut wajah Sumasip sumringah saat kedatangan rombongan Solidaritas Bali untuk Lombok

Suka Cita Niranim Terima Ranjang Bayi dan Distribusi Bantuan Warga Bali Hingga Pelosok Lombok
TRIBUN BALI/BAMBANG WIYONO
Tim Solidaritas Bali untuk Lombok menyerahkan bantuan kepada pasangan Sumasip-Niranim yang melahirkan di pengungsian di Dusun Kopang, Desa Karang Bajo, Bayan, Lombok Utara, Selasa (28/8/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, MATARAM - Masih ingat dengan Niranim seorang ibu yang melahirkan di pengusian sesaat setelah gempa mengguncang Lombok?

Niranim bersama bayinya tampak sehat. Raut wajah Sumasip sumringah saat kedatangan rombongan Solidaritas Bali untuk Lombok di Dusun Kopang, Desa Karang Bajo, Bayan, Lombok Utara, Selasa (28/8/2018) lalu.

Sumasip langsung membangunkan istrinya, Niranim (27) yang sedang tidur bersama bayinya saat diberitahu bahwa rombongan ingin menengok kelahiran anaknya itu.

Niranim menggendong bayi laki-lakinya keluar dari gubuk bambu yang belum lama dibangun setelah kelahiran anak keduanya itu.

Baca: Iran Sebut Banjir Emas Indonesia Hadiah untuk Tuan Rumah, Ini Jawaban Menohok Erick Thohir

Baca: Nicke Widyawati Wanita Cantik Jebolan ITB-Unpad Jadi Dirut Baru Pertamina, Kalahkan 500 Kandidat

Baca: Ini Rekaman Bola Api Raksasa yang Jatuh dari Langit, Warga Australia Sampai Gempar

Tim dari Bali yang terdiri Robinson Gamar, Bambang Bom, Rizal “Kopral” Fanany dan Ical Djawa kemudian menyampaikan maksud kedatangan, yakni untuk menyerahkan bantuan satu set ranjang bayi plus keperluan bayi sumbangan warga Bali yang disalurkan melalui Solidaritas Bali untuk Lombok.

“Terima kasih banyak. Ini hangat,” ujar Niranim sambil menyentuh ranjang bayi dalam tas plastik.

Baca: Pembelaan Menteri Susi yang Tak Mau Disamakan dengan Neno Warisman Soal Penggunaan Mikrofon

Baca: Manusia Rp 570 Triliun Jack Ma Akan Hadiri Pesta Asia di Penutupan Asian Games 2018

Baca: Memaknai Kesenian Barong Jadi Simbol Persatuan Sejak Abad XVIII Masehi

Dia kemudian menceritakan saat detik-detik lahirnya sang bayi yang masih belum diberi nama itu. Selain bingung mencari nama, dia menunggu proses penamaan bayi secara adat istiadat desa tersebut.

"Saat akan lahiran saya di tenda rumah sakit, suasana sangat panik saat ada gempa, banyak pasien dan keluarga berhamburan keluar," kata Sumasip.

Koordinator tim, Robinson Gamar menjelaskan, Solidaritas Bali untuk Lombok telah mendistribusikan bantuan yang berhasil dihimpun selama kurang lebih dua pekan.

Baca: Semangat Kemanusian, LazisMu Kirim Sembako, Obat-obatan, Dokter, dan Ahli Psikososial ke Lombok

Baca: Meski Gratis, Ini Bukti Pelaku UMKM di Denpasar Masih Minim Urus Pembuatan HaKI

Bantuan diberangkatkan ke Lombok pada Minggu (26/8) menggunakan tiga truk.

Diperlukan waktu empat hari untuk menjangkau sejumlah titik lokasi pengungsian yang ada di pelosok, baik di Lombok Utara, Barat, maupun Timur. (*)

Berita selengkapnya bisa dibaca di Harian Tribun Bali edisi Jumat (31/8/2018).

Penulis: Bambang Wiyono
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved