FMN Bali Sayangkan 55 Sekolah Diliburkan Saat Pertemuan IMF-WB
Koordinator FMN Bali, Engel menyayangkan sekolah-sekolah diliburkan untuk menjaga pengamanan pertemuan IMF-WB
Penulis: Busrah Ardans | Editor: Irma Budiarti
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Koordinator FMN Bali, Engel menyayangkan sekolah-sekolah diliburkan untuk menjaga pengamanan pertemuan IMF-WB pada tanggal 12/10/2018 mendatang.
Pihaknya menilai pertemuan IMF-WB hanya membawa dampak negatif, sedangkan pendidikan ialah hal utama untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
"Apa sih pentingnya IMF-WB itu? Kita kan sudah tahu dampak negatifnya, tetapi kenapa dari keamanan itu sekolah harus diliburkan? Sementara pendidikan ini sangat penting dengan tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa," ucap dia saat diwawancarai usai menggelar aksi damai, Jumat (5/10/2018) kemarin.
Ia juga mengungkapkan sudah melakukan investigasi, dan ditemukan ada 55 sekolah yang diliburkan dalam waktu bersamaan saat pertemuan IMF-WB.
"Jadi kami juga investigasi ada 55 sekolah yang diliburkan di Kuta Selatan untuk mengamankan pertemuan IMF-WB. Apa pentingnya pertemuan tersebut? Padahal pendidikan sangat penting yakni mencerdaskan kehidupan bangsa," kata Engel menegaskan.
Dalam aksi kemarin, ia mengatakan aksi tersebut dilakukan agar masyarakat Bali tahu bahwa IMF-WB adalah dua lembaga milik imperialisme Amerika Serikat untuk memperpanjang skema penindasan.
"Pertemuan nanti itu yang akan dibahas ialah skema neoliberal mereka dengan menggunakan kedua lembaga ini, satu lagi WTO, yang hanya memberikan dampak buruk bagi sosial, politik, ekonomi seluruh negara berkembang, juga Indonesia," jelasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/peserta-aksi-damai-membawa-berbagai-tulisan-yang-berisi-pesan-tolak-imf-wb_20181005_151120.jpg)