Rekomendasi IMF Sejalan dengan Upaya Pemerintah Indonesia
Dunia masih berkomitmen pada peluang-peluang fiskal hingga 2030 dan soal ini penting bagi indonesia
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Irma Budiarti
Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Dunia masih berkomitmen pada peluang-peluang fiskal hingga 2030 dan soal ini penting bagi indonesia.
Hal ini diungkapkan Direktur Departemen Urusan Fiskal IMF, Vitor Gaspar saat membuka press briefing mengenai Fiscal Monitor di Media Room BICC, Nusa Dua, Rabu (10/10/2018) kemarin.
Gaspar dalam kesempatan tersebut menyampaikan kenaikan utang dunia yang terus meningkat.
Pada tahun 2017 utang dunia mencapai 182 triliun dolar.
Dalam angka tersebut, swasta memberikan kontribusi paling besar.
Sementara untuk utang publik tercatat dalam posisi stabil.
Hal ini disebutnya karena tindakan-tindakan penyelamatan yang dilakukan oleh pemerintah.
Di negara-negara dalam kategori emerging market, utang swasta bahkan meningkat cepat sementara utang publik tercatat menurun.
Di Tiongkok, dua hal ini tidak jelas, mengingat karakteristik negaranya yang sentralistik.
Sementara di negara-negara berkembang, pemerintahnya masih berkutat pada upaya menyejahterakan rakyat dalam rangka bisa mencapai SDGs.
Gaspar menyebut, bahkan 40 persen PDB mereka digunakan dalam rangka pencapaian ini.
“Kebanyakan mereka memang punya PR sendiri untuk memperbaiki berbagai kebijakan yang mereka keluarkan,” ucapnya.
Saat muncul pertanyaan tentang Indonesia, Gaspar memberikan masukan berupa pentingnya transparansi di sektor publik dan pengembangan strategi pembangunan infrastruktur.
Ini tentu sejalan dengan upaya dari pemerintah yang terus mengupayakan pembiayaan infrastruktur dengan menggunakan skema blended finance.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/imf-world-bank-2018_20181011_110514.jpg)