36 Siswa Nyate di Wantilan Renon
I Made Angga Megantara dari SD 3 Renon terlihat sangat telaten mengipas-ngipasi perapian yang digunakan untuk memanggang sate
Penulis: Putu Supartika | Editor: Irma Budiarti
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - I Made Angga Megantara dari SD 3 Renon terlihat sangat telaten mengipas-ngipasi perapian yang digunakan untuk memanggang sate.
Tangannya terlihat cekatan membolak-balik sate agar tidak gosong.
Setelah sate terlihat matang ia mengangkat dan meletakkannya di atas nampan.
"Kalau hitam rasanya tak enak," katanya.
Sementara, Megantara memanggang sate, Yoga Darma terlihat lihai membuat sate lilit.
Tangannya dengan cekatan melilitkan luluh atau bahan sate pada katik.
"Sudah biasa melilit sate. Belajarnya sudah lama," kaya Yoga.
Sebanyak 36 orang siswa SD terlihat sangat antusias ikut lomba nyate di Wantilan Desa Pakraman Renon, Jalan Tukad Balian Denpasar, Kamis (25/10/2018) pagi.
Kegiatan ini dalam rangka memasyarakatkan gerakan makan ikan kepada masyarakat.
Lomba ini diikuti oleh 12 kelompok dengan peserta setiap kelompok 3 orang.
Peserta terdiri atas 4 sekolah yaitu SDN 1 Renon, SDN 3 Renon, SDN 1 Sanur, dan SDN 3 Sanur.
Setiap kelompok membuat minimal 60 sate dengan waktu 1 jam, termasuk penataan dan peserta rata-rata membuat 80 tusuk sate.
Menurut Kadis Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar, AA Ngurah Bayu Brahmahasta mengatakan lomba ini bertujuan untuk promosi meningkatkan konsumsi ikan.
"Tanpa mengenal ikan dan mengolah ikan yang baik, sulit kita melakukan gerakan ini. Sehingga diawali dengan memilih dan mengolah sehingga dapat meningkatkan konsumsi ikan," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/lomba-membuat-sate-lilit-di-renon-kamis-25102018_20181025_112651.jpg)