Antara Desakan Fans Bali United Dan Hak Prerogatif Coach WCP
Apa yang terjadi? Bali United tampil tanpa greget sepanjang babak pertama. Permainan berantakan.
Penulis: Komang Agus Ruspawan | Editor: Eviera Paramita Sandi
Intinya, kalah jauh dibanding penampilan Borneo.
Mereka tampil lebih rapi, spartan, dan skema permainannya jelas.
Makanya dua gol bersarang di gawang Wawan Spiderwan.
Dengan kondisi tertinggal dua gol, WCP kemudian kembali ke formula awal di babak kedua.
Spaso yang selalu jadi sorotan publik, akhirnya dimasukkan.
Disusul kemudian Kadek Agung dan Brwa Nouri.
Spaso kembali jadi penyerang tengah. Platje dan Lilipaly ke sayap. Kadek Agung jadi gelandang serang.
Ternyata komposisi ini yang akhirnya membuat permainan Bali United kembali hidup.
Lini depan lebih bertenaga, Platje jg lebih berbahaya dan atraktif menyerang dari sayap. Alhasil bisa menghasilkan dua gol, untuk samakan kedudukan.
Bali United selamat dari kekalahan.
Jauh sebelumnya, WCP juga pernah mendapat tekanan dari fans saat mengganti Milos Krkotic melawan PS Tira.
Fans pertanyakan keputusan WCP ganti Milos yang saat itu dianggap masih bermain bagus.
Pergantian itu membuat BU kalah 1-2.
Akhirnya WCP menuruti keinginan fans dalam laga melawan Sriwijaya FC.
Milos Krkotic tak diganti-ganti hingga menit 80an.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/wcp_20180503_193932.jpg)