2.946 Orang Buta Aksara di Kubu, Disdikpora Berikan Pelatihan Membaca dan Menulis
Tingginya kasus buta aksara di Kubu karena warga, terutama yang tinggal daerah pegunungan, berhenti sebelum tamat sekolah dasar
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Irma Budiarti
TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Kasus buta aksara di Kecamatan Kubu capai 2.946 orang.
Paling banyak di antara kecamatan lain di Karangasem.
Hal ini disampaikan Kasi Kurikulum dan Pembinaan PAUD, Disdikpora, Nengah Surita, Minggu (28/10/2018).
Tingginya kasus buta aksara di Kubu karena warga, terutama yang tinggal daerah pegunungan, berhenti sebelum tamat sekolah dasar.
Penyebabnya karena ekonomi dan infrastruktur.
Akses dari rumah menuju sekolah jauh serta melalui medan terjal.
"Jumlah kasus buta aksara di Kubu mulai berkurang lewat pelatihan. Dulu, kasus buta aksara capai 5.046 orang. Sekarang masyarakat Kubu mulai semangat bersekolah walau jalan masih terjal. Seperti di Desa Dukuh, Ban, Tianyar," ungkapnya.
Kasus buta aksara di Kubu kebanyakan melanda warga berusia 15 hingga 50 tahun.
Sedangkan yang usia di bawah 15 tahun mencapai belasan orang.
"Hampir 90 persen buta aksara di Kubu melanda warga berusia 15 sampai 50 tahun," imbuh Surita.
Guna menekan kasus buta aksara di Kecamatan Kubu dan kecamatan lainnya, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karangasem telah memberikan pelatihan membaca, menulis, menghitung.
Pelatihan digelar tiap tahunnya.
Pelatihan membaca, menulis, serta berhitung mulai digelar sejak 2016, mengunakan anggaran APBD serta APBN.
Dari tahun 2016 - 2018, sebanyak 2.100 orang di Kubu telah ikut pelatihan membaca, menulis, dan berhitung.
Mereka tersebar di beberapa desa di Kubu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/buta-aksara_20160906_131427.jpg)