2.946 Orang Buta Aksara di Kubu, Disdikpora Berikan Pelatihan Membaca dan Menulis
Tingginya kasus buta aksara di Kubu karena warga, terutama yang tinggal daerah pegunungan, berhenti sebelum tamat sekolah dasar
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Irma Budiarti
"Kalau dihitung di semua Kecamatan di Karangasem, warga yang sudah ikut pelatihan sebanyak 6.138 orang. Sedangkan sisa buta aksara di Kabupaten masih 8.180 orang. Kemungkinan tahun 2019 akan dianggarkan kembali," janji Surita, sapaannya.
Disdikpora Karangasem juga telah membangun 3 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Pusat ini untuk akomodir warga usia 8 - 15 tahun yang buta aksara.
Warga yang masuk PKBM akan menempati kelas 4.
"Banyak warga ikut," ungkapnya.
Anggaran yang dialokasikan untuk mengentaskan buta aksara mencapai belasan milliar sejak 2016.
Anggarannya untuk tutor, modul, serta alat tulis kantor (ATK).
Peserta yang ikut pelatihan membaca, menulis, dan berhitung juga mendapat uang saku.
"Tahun ini (2018), pelatihan digelar di 8 kecamatan. Kuota peserta paling banyak di Kecamatan Rendang dan Selat. Untuk peserta yang lulus pelatihan mendapat surat keterangan melek belajar (SUKMA)," jelasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/buta-aksara_20160906_131427.jpg)