Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Wisata Bangkok & Chiang Mai

Mengunjungi Lumphun, Jangan Lupa Coba Tanam Padi dengan Pakaian Khas Kampung Ini

Setiba di Desa Baan Pea, wisatawan langsung didandani dengan menggunakan pakaian khas kampung ini dari bahan katun bernuansa warna hitam

Penulis: Ida Ayu Made Sadnyari | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Ida Ayu Made Sadnyari
Wisatawan mencoba menanam padi di lokasi wisata Lumphun, Chiang Mai, Selasa (28/11/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, CHIANG MAI - Hari kedua Thai Airways Agent Educational Tour 2018 mengunjungi Kampung Baan Pea, Lumphun, Rabu (28/11/2018).

Letaknya sekitar 30 kilometer dari Kota Chiang Mai.

Setiba di Desa Baan Pea, wisatawan langsung didandani dengan menggunakan pakaian khas kampung ini dari bahan katun bernuansa warna hitam. 

Sambil membawa umbul-umbul kertas dan sesajen berupa bunga dan dupa yang dibungkus daun pisang, wisatawan menuju sawah yang jaraknya kurang lebih satu kilometer dengan menggunakan sepeda gayung. 

Sesajen dan umbul-umbul tersebut kemudian diletakkan di depan wihara yang ada di sawah untuk memohon keselamatan sebelum mulai bekerja menanam padi.

Wisata Lumphun memberikan edukasi pada wisatawan, mencoba langsung cara menanam padi, menumbuk gabah, hingga menjadi beras. 

Uniknya, ketika menanam padi, di pematang sawah berjajar para wanita yang menyanyi lagu Thailand, memberi semangat agar penanam padi menyelesaikan pekerjaannya, dan tidak mudah menyerah meski panas menyengat.

Wisatawan mencoba menanam padi di lokasi wisata Lumphun, Chiang Mai, Selasa (28/11/2018).
Wisatawan mencoba menanam padi di lokasi wisata Lumphun, Chiang Mai, Selasa (28/11/2018). (Tribun Bali/Ida Ayu Made Sadnyari)

Menurut Kan, guide dari DMC Event Thailand, wisata ini sangat digemari oleh tamu dari Eropa. 

Mereka senang suasana persawahan dan perkebunan serta terlibat langsung dalam aktivitas pertanian.

Tampak para wanita memisahkan padi dengan gabah, ada juga yang menumbuk beras. 

“Dulu tidak ada mesin penggiling, hanya menggunakan cara manual menumbuk padi. Setelah itu dipisahkan antara padi dan gabahnya. Di sini, jika wanita sudah pintar memisahkan padi dan gabah, baru boleh nikah,” jelasnya. 

Wisatawan dapat mencoba semua aktivitas pengolahan gabah menjadi beras. 

Tidak hanya itu, hasil dari beras yang digiling dapat dicicipi berupa hidangan kerupuk beras.

Seorang wanita mengolah padi yang telah digiling halus menjadi kerupuk beras di tempat wisata Lumphun, Chiang Mai, Selasa (28/11/2018).
Seorang wanita mengolah padi yang telah digiling halus menjadi kerupuk beras di tempat wisata Lumphun, Chiang Mai, Selasa (28/11/2018). (Tribun Bali/Ida Ayu Made Sadnyari)
Hidangan penyambutan di tempat wisata Lumphun, Chiang Mai, terdiri dari jajan ketan dengan jus kelengkeng, Selasa (28/11/2018).
Hidangan penyambutan di tempat wisata Lumphun, Chiang Mai, terdiri dari jajan ketan dengan jus kelengkeng, Selasa (28/11/2018). (Tribun Bali/Ida Ayu Made Sadnyari)
Wisatawan menikmati hidangan penyambutan di tempat wisata Lumphun, Chiang Mai, terdiri dari jajan ketan dengan jus kelengkeng, Selasa (28/11/2018).
Wisatawan menikmati hidangan penyambutan di tempat wisata Lumphun, Chiang Mai, terdiri dari jajan ketan dengan jus kelengkeng, Selasa (28/11/2018). (Tribun Bali/Ida Ayu Made Sadnyari)

Rasanya enak dan gurih, disandingkan dengan jus lengkeng yang buahnya banyak dihasilkan dari kebun di kampung ini.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved