Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Bali United

Sorotan Rene Alberts Soal Main Mata dan Integritas Coach Widodo Melawan Mafia

Sebelum dipecat oleh Bali United, Widodo Cahyono Putro pernah mengungkapkan soal integritas melawan mafia bola.

Penulis: Marianus Seran | Editor: Rizki Laelani
kolase tribunnews/tribuntimur
Pelatih Bali United, Widodo Cahyono Putro dan Pelatih PSM Makassar, Robert Rene Albert. Tiba-tiba saja, Pelatih PSM Makassar, Robert Rene Albert, meminta kepada Bali United untuk tidak bermain mata saat menjamu Persija Jakarta pada pekan ke-33 Liga 1 2018 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Minggu (2/12/2018). 

Widodo pun mengungkapkan siap tampil all out di laga melawan Persija Jakarta nanti.

Sementara itu pelatih PSM, Robert Rene Alberts, meyakini jika Bali United bakal tampil mati-matian saat menjamu Persija di pekan ke-33 nantinya.

Apalagi menurutnya Bali United tengah dalam kondisi terluka usai ditaklukan empat gol tanpa balas dari timnya.

"Bali tidak bahagia dengan hasil terakhir di sini dan saya yakni mereka tengah memikirkan cara untuk memperbaiki itu, apalagi Bali memiliki pemain yang berkualitas harusnya mereka saat ini bersiang untuk meraih gelar juara," ujar pelatih berkebangsaan Belanda itu, Selasa (27/11/2018).

Robert pun percaya jika saat ini Bali United tengah mempersiapkan tim mereka sebaik-baiknya untuk bisa meraih kemenangan di laga kandang terakhir mereka.

"Saya yakin Bali di laga kandang terakhir mereka pasti akan menampilkan sesuatu yang bagus," tutupnya.

Siapa Widodo C Putro?

Widodo C Putro adalah pemain sekaligus pelatih yang namanya terkenal baik nasional maupun mancanegara.

Ia mengawali sebagai pemain profesional di klub Galatama, Warna Agung (1990–1994). Beberapa klub pernah diperkuatnya. Seperti Petrokimia Putra Gresik, hingga 1998.

Di Klub inilah penampilan Widodo semakin meningkat dan ia menjadi bagian dari Tim nasional sepak bola Indonesia.

Widodo memperkuat Timnas Indonesia diajang Piala AFC 1996.

Di ajang melambung nama pemain asal Cilacap tersebut. Gol tendangan saltonya kegawang Kuwait yang dinobatkan sebagai gol terbaik Piala Asia AFC 1996.

Bahkan gol itu masih dikenang sampai sekarang oleh pecinta bola tanah air. Widodo juga pernah berseragam Persija Jakarta hingga 2002.

Setelah dari Persija Jakarta ia kembali ke Petrokimia Putra Gresik hingga gantung sepatu dan menjadi seorang pelatih di klub tersebut.

Tanggapan Widodo

Sumber: Tribun Bali
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved