Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Dukung Pendidikan 4.0 di Indonesia, SMK Bina Prestasi Bersama Kompas Gramedia Wujudkan Smart Library

SMK Bina Prestasi Bekasi Jawa Barat mentransformasikan pendidikan secara digital dengan mendigitalkan buku-buku yang ada di perpustakaan

Tayang:
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Guru Kewirausahaan dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMK Bina Prestasi, Lenny Widiastuti saat menyampaikan penelitiannya berjudul Enhancement On Literacy Awareness Through Smart Library yang bekerjasama dengan Kompas Gramedia, Senin (3/12/2018), di The Stone Legian. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Empat topik yang akan dibahas pada ISODEL 2018 yaitu bagaimana memanfaatkan teknologi untuk memajukan pendidikan Indonesia, bagaimana mentransformasikan pendidikan secara digital, membangun anak bangsa dan pendidik yang melek digital tapi tetap berkarakter, serta pendidikan vokasi.

Salah satunya sudah dilakukan dan didukung oleh SMK Bina Prestasi Bekasi Jawa Barat dengan mendigitalkan buku-buku yang ada di perpustakaan kedalam satu aplikasi yang dapat diunduh oleh seluruh siswa dan guru.

Yakni aplikasi Gramedia Digital Nusantara.

Usai mengunduh akan langsung terlihat buku-buku yang ada di aplikasi dan dapat dibaca kapanpun dan di manapun.

Sayangnya, saat ini hanya khusus untuk kalangan SMK Bina Prestasi saja karena setiap masuk ke aplikasi harus login menggunakan username dan password yang khusus diberikan kepada siswa dan guru.

"Kita harus mempersiapkan dan mengembangkan siswa ke persiapan Making Education 4.0 For Indonesia. Dibagi dalam empat sub tema dimana dalam karakter sub building itu salah satunya adalah pemanfaatan digital library untuk problem solving. Karena kedepannya siswa itu dituntut untuk berpikir secara kritis. Kemudian berkemampuan yang kreatif," ungkap Guru Kewirausahaan dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMK Bina Prestasi, Lenny Widiastuti, Senin (3/12/2018).

Lenny juga sempat melakukan penelitian terhadap minat baca ke perpustakaan di sekolahnya.

Lenny mendokumentasikannya dalam penelitiannya yang berjudul Enhancement On Literacy Awareness Through Smart Library.

Mengetahui minat baca rendah, Lenny Widiastuti kemudian menggandeng Kompas Gramedia.

"Penelitian ini berawal dari melihat minat baca di SMK Bina Prestasi itu sangat rendah. Parameternya dari jumlah kunjungan siswa ke Perpustakaan idealnya 100 persen, tapi pada kenyataannya tidak. Banyak siswa yang malas membaca sehingga berimbas juga malas ke perpustakaan," papar Lenny.

Ia menyatakan dari hasil penelitian problem solving ditemukan faktor man-nya atau siswanya, metodenya, enviro atau lingkungan.

Dalam penelitian itu diketahui bahwa siswa fokus kepada gadget yang digunakan mereka sendiri.

Hingga akhirnya Lenny terpikirkan, kenapa tidak membuat Smart Library yang dapat dibaca kapanpun dan dimanapun.

Saat mencari provider untuk Smart Library tersebut, bertemulah Lenny dengan Kompas Gramedia.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved