Koster: Selama Ini Belum Ada Komitmen Membangun Budaya Bali Secara Menyeluruh

Gubernur Bali, Wayan Koster menilai bahwa selama ini pemerintah provinsi masih kurang komitmen dalam pembangunan budaya di Bali

Koster: Selama Ini Belum Ada Komitmen Membangun Budaya Bali Secara Menyeluruh
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Gubernur Bali, Wayan Koster (tengah) saat hadir di Kongres Kebudayaan III di Gedung Wiswa Sabha Utama Mandala Kantor Gubernur Bali pada Selasa (4/11/2018). 

Laporan WartawanTribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gubernur Bali, Wayan Koster menilai bahwa selama ini pemerintah provinsi masih kurang komitmen dalam pembangunan budaya di Bali.

Hal itu Gubernur Koster jelaskan saat membuka Kongres Kebudayaan III di Gedung Wiswa Sabha Utama Mandala, di Kantor Gubernur Bali pada Selasa (4/11/2018).

Kongres Kebudayaan III ini bertajuk Nangun Jiwa Pramana Bali: pengarusutamaan kebudayaan untuk pencerdasan dan kesejahteraan krama Bali sekala-niskala.

"Cuma maaf, ini saya harus katakan ini terang-terangan, selama ini kurang komitmen juga untuk membangun kebudayaan kita di Bali secara keseluruhan, secara kolektif," kata Koster di hadapan peserta kongres.

Hal itu dilihat oleh Gubernur Koster melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dan format dalam penyelenggaraan kebudayaan tersebut.

Ia menilai, meski tidak secara kolektif dibangun, kebudayaan Bali ditopang oleh masyarakat yang terus bergelut dalam bidang tersebut melalui sanggar, desa adat, piodalan, dan tari-tarian yang terus menghidupkan kebudayaan tersebut.

"Kalau ini kita gerakkan semua, wah Bali ini luar biasa, Bapak. Kekayaannya, keunikannya luar biasa di Bali ini," kata Koster.

Selain itu, bagi Koster, masih ada kebudayaan Bali yang belum tergali sehingga terpendam dan belum mampu diberdayakan.

Dengan lahirnya Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan, kata dia, maka masyarakat Bali bisa menyelenggarakan kebudayaan tersebut secara menyeluruh.

Ia akan menyusun peraturan daerah (perda) tentang kebudayaan yang nanti aturan didalamnya melebihi yang diatur dalam undang-undang. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved