Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Punya Sumber Daya Budaya Melimpah, Koster Klaim Bali Lebih Unggul dari Daerah Lain

Menurutnya, Bali lebih unggul karena memiliki sumber daya berupa budaya dibandingkan daerah lain

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Gubernur Bali, Wayan Koster saat hadir di acara Kongres Kebudayaan III di Gedung Wiswa Sabha Utama Mandala Kantor Gubernur Bali pada Selasa (4/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gubernur Bali, Wayan Koster memaparkan keunggulan Bali dibandingkan daerah lain.

Menurutnya, Bali lebih unggul karena memiliki sumber daya budaya dibandingkan daerah lain yang mengandalkan bahan tambang alam seperti emas, gas, batubara, dan minyak.

Dengan adannya keunggulan semacam ini, dirinya mengajak masyarakat Bali bersyukur karena memiliki kebudayaan tersebut.

Menurutnya, sumber daya bahan tambang itu dieksploitasi terus dan dijadikan sebagai sumber pendapatan bagi negara.

Namun, ditengah naiknya pendapatan negara yang berasal dari sumber daya alam tersebut, Koster mengingatkan bahwa nantinya sumber daya itu dapat habis dan akan menyisakan masalah lingkungan.

Koster pun mengatakan bahwa saat ini telah terjadi penurunan pendapatan negara dari sektor bahan tambang.

"Sekarang yang dijadikan sumber pendapatan negara adalah kesadaran masyarakat terhadap pajak," kata Koster saat membuka Kongres Kebudayaan III di Gedung Wiswa Sabha Utama Mandala Kantor Gubernur Bali pada Selasa (4/11/2018).

Sementara itu, kata Koster, Bali saat ini memiliki keunggulan karena sumber daya budaya yang melekat di masyarakat.

"Ada di 'mine' orang, ada di buku, ada di museum, ada dimana-mana. Nggak bisa dicongkel, nggak bisa dicangkul," jelas Koster.

Bahkan, jika orang asing belajar kebudayaan ke Bali, kebudayaan tersebut juga tak akan hilang dan akan tetap berada di Bali.

"Tetap ada di museum, ada di perguruan tinggi dan yang paling penting ada di kepala bapak ibu sekalian," kata Koster.

Koster pun menyebut bahwa sepanjang kebudayaan ada di kepala, dan mau duduk bersama dalam merumuskan kebudayaan tersebut maka selamanya akan tetap ada di Bali. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved