Titik Gempa Berpotensi Geser dari Lombok ke Bali, Begini Penjelasan dari ACT
Bali berpotensi dilanda gempa dan tsunami dikarenakan adanya sesar Bali Flores yang aktif sama dengan sesar yang ada Palu Koro di Sulawesi.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ady Sucipto
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bali berpotensi dilanda gempa dan tsunami dikarenakan adanya sesar Bali Flores yang aktif sama dengan sesar yang ada Palu Koro di Sulawesi.
Hal tersebut diungkapkan oleh Vice President Aksi Cepat Tanggap (ACT), Ibnu Khajar, Kamis (6/12) di Denpasar.
"Kalau terjadi pergeseran titik gempa dari Lombok masuk ke Bali, bisa jadi sedahsyat Lombok. Kalau pusatnya di darat akan terjadi gempa besar dan kalau di bibir pantai atau laut, akan terjadi tsunami," kata Ibnu.
Selain itu, Bali bagian selatan juga memiliki potensi terjadinya likuifaksi. Namun demikian, Ibnu Khajar tidak membeberkan lebih jauh terkait perkiraan wilayah dan luasan potensi likuifaksi tersebut.
"Kami tidak bisa buka pada masyarakat, harapannya pemerintah bisa melakukan assessment (perkiraan). Kalau ternyata ada (potensi likuifaksi, red), secara bertahap melakukan edukasi. Yang membunuh masyarakat bukan bencana tapi ketidaksiapan masyarakat saat terjadinya bencana," paparnya.
Ia mengatakan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) dan ahli geologi perlu diturunkan, dan masyarakat perlu disiapkan ruang strategis di Bali secara bertahap.
Ia menambahkan, potensi kekuatan gempa yang bisa terjadi di Bali tidak jauh berbeda dengan potensi di Lombok.
"Tidak jauh beda dengan di Lombok kemarin yang 7,4 SR kan, ya sekitar itu juga potensi di Bali. Tergantung pusat gempanya," katanya.
Ia menambahkan saat ini pusat gempa masih di wilayah Lombok.
Namun, ia menambahkan, yang perlu mendapat perhatian serius dan menjadi kekhawatirannya adalah kemungkinan pergerakan titik gempa ke Bali.
"Bali dan Lombok dekat dan masih satu jalur sesar dan potensinya sama dengan Lombok. Hanya saja di Bali infrastrukturnya lebih baik daripada Lombok," katanya.
Sebelumnya, Kamis (6/12) pukul 09.02 Wita, sebagian besar wilayah Lombok dan Bali diguncang gempa bumi tektonik.
Sebagaimana rilis dari BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika), gempa tersebut berkekuatan 5,7 SR (Skala Richter) dan telah dimutakhirkan menjadi 5.3 SR.
Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,5 Lintang Selatan dan 116,06 Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 10 km arah barat laut Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), pada kedalaman 10 km.
Berdasarkan lokasi episenternya, kedalaman hiposenter, dan mekanisme sumbernya, maka gempa bumi yang terjadi tersebut merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Naik Flores (Flores Back Arc Thrust).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/bale-gong-pura-subak-abian-ambruk.jpg)