Mangku Pastika: Pasraman Jangan Jadi Ajang Adu Kesaktian

Menurut Made Mangku Pastika, Festival Pasraman Indonesia 2018 merupakan langkah besar untuk menyiapkan SDM Hindu

Mangku Pastika: Pasraman Jangan Jadi Ajang Adu Kesaktian
Tribun Bali/Putu Supartika
Made Mangku Pastika saat mengunjungi Festival Pasraman Indonesia 2018, Minggu (9/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Menurut President of World Hindu Parishad, Made Mangku Pastika, Festival Pasraman Indonesia 2018 merupakan langkah besar untuk menyiapkan SDM Hindu yang paham Hindu dan mempraktikkan Hindu dengan benar.

"Pasraman ini juga sebagai wadah untuk pendidikan karakter bagi generasi muda. Tanpa karakter tangguh kita akan kalah dalam persaingan nasional maupun global, yang bisa mempengaruhi eksistensi kita kalau anak-anak tidak dibekali karakter," kata Pastika Minggu (9/12/2018), di Desa Budaya Kertalangu, Kesiman Kertalangu, Denpasar, Bali.

Kedepannya ia berharap persatuan kembali diselamatkan melalui pasraman.

Dan ia berharap Perkumpulan Pasraman Indonesia bisa memberi pedoman pelaksanaan pasraman agar pelaksanaan pasraman tidak menyimpang.

"Perkumpulan Pasraman Indonesia bisa memberi pedoman pelaksanaan pasraman, agar tidak jadi adu kesaktian atau malah berebut murid seperti sekta jaman dulu. Sudah kecil dipecah lagi. Sehingga harus ada pedoman dasar apa yang boleh dan tidak boleh dilaksanakan," kata Pastika.

Sebanyak 108 pasraman (ashram) ikut serta dalam Festival Pasraman Indonesia pertama ini.

Festival ini berlangsung selama dua hari yaitu Sabtu hingga Minggu 8 - 9 Desember 2018.

"Festival ini dilaksanakan dengan konsep kerja bersama wujudkan karakter bangsa," kata Ketua Pengurus Perkumpulan Pasraman Indonesia, I Ketut Murdana.

Lewat pasraman ini ia berharap bagaimana pasraman mewujudkan karakter spiritual dalam berbangsa dan bernegara.

Sementara itu, Wakil Ketua Panitia, Ram Adi Saputra mengatakan bahwa saat ini terjadi degradasi moral dalam kehidupan berbangsa sehingga organisasi spirutual harus ikut ambil bagian untuk pembinaan mental spiritual.

"Pasraman membangun anak bangsa yang tidak bermental tempe. Melalui pasraman akan meningkatkan pendidikan karakter etika," katanya.

Lewat pasraman juga akan meminimalisir pergaulan bebas, menjauhi miras, dan narkoba.

Pasraman juga memberikan pencerahan pada umat sehingga terhindar dari pergaulan bebas.

Acara ini akan diikuti oleh pasraman baik dari Irian Jaya, Lombok, Banyuwangi, serta berbagai daerah di Indonesia. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved