Serba Serbi

Kehadiran Dua Kala Ini Tandai Hari Baik untuk Melakukan Hal Bersifat Kedyatmikan

Dalam susunan kalender Bali dikenal istilah ala ayuning dewasa yang berarti baik-buruknya suatu hari dalam melakukan aktivitas atau kegiatan tertentu

Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Kalender Bali karya Alm. Drs. I Nyoman Singgir Wikarman dan buku Ala Ayuning Dewasa Ketut Bambang Gede Rawi yang ditulis oleh Ida Bagus Putra Manik Ariana dan Ida Bagus Budayoga. 

Perlu diketahui bahwa Alm. Drs. I Nyoman Singgir Wikarman semasih hidupnya sebagai anggota tim pengkaji wariga dan penyusunan kalender Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali, dan kini kalendernya dilanjutkan oleh putra-putrinya, I Gede Sutarya beserta adik-adiknya.

Kembali dalam buku Ala Ayuning Dewasa Ketut Bambang Gede Rawi, dijelaskan bahwa Kala Katemu sebagai hari baik untuk menangkap ikan, berburu, mapikat (menangkap burung), memasang jerat, kungkungan, dan mangadakan pertemuan.

Kemunculan Kala Katemu, selain pada Wrespati Julungwangi, juga terjadi pada Minggu (Redite) Wuku Sinta, Julungwagi dan Pujut; Senin (Soma) Wuku Ukir, Tolu dan Krulut; dan Selasa (Anggara) Wuku Dunggulan, Pahang, Tambir dan Watugunung.

Selain itu, hadir juga pada Rabu (Budha) Wuku Tolu, Wariga, Langkir, Dukut; Wraspati Wuku Sinta,dan Pujut; Jum'at (Sukra) Wuku Ukir dan Krulut; serta Sabtu (Saniscara) Wuku Tolu, Dunggulan, Pahang, Tambir dan Wayang.

Sementara Tutur Mandi dipahami sebagai hari yang baik untuk melakukan upacara yang berhubungan dengan kawisesan (magis), baik untuk memberi petuah-petuah suci dan juga memberikan petunjuk dalam ilmu-ilmu batin.

Adapun ketetapan Tutur Mandi yakni hadir pada Redite Wuku Merakih, Ugu, Wayang, Kelawu dan Watugunung; Soma Wuku Warugadean, Julungwagi, dan Medangkungan; Anggara Wuku Sinta, Waruga dan Matal; Budha Wuku Landep, Kulantir, Tolu, Sungsang, Pujut, Tambir dan Bala.

Hadir pula pada Wrespati Wuku Gumbreg, Langkir, Kerulut, Uye dan Perangbakat; Sukra Wuku Ukir, Dungulan, Kuningan; serta Saniscara Wuku Kulantir, Wariga dan Tambir.

Sementara itu kehadiran Kala Kaciran seperti dilansir dari laman kalenderbali.org dianggap baik untuk melakukan hal yang bersifat gaib (kedyatmikan), memberikan petuah/nasihat.

Kehadirannya pada Redite Wuku Ugu, Wraspati Wuku Ukir, Julungwangi, Pujut, Medangkungan, Matal dan Prangbakat; Sukra Wuku Landep serta Saniscara Wuku Uye. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved