Berkah Galungan Bagi Pedagang di Sekitar Pura Jagatnatha
Masyarakat yang melaksanakan peribadatan di Pura Jagatnatha untuk memperingati Hari Raya Galungan, ternyata juga memberikan berkah bagi pedagang
Penulis: Firizqi Irwan | Editor: Irma Budiarti
Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Masyarakat yang melaksanakan peribadatan di Pura Jagatnatha untuk memperingati Hari Raya Galungan, ternyata juga memberikan berkah bagi pedagang di sekitarnya, Rabu (26/12/2018).
Pasalnya, banyak umah Hindu yang mampir membeli makanan atau minuman di sekitar Pura Jagatnatha, tentunya setelah mereka melaksanakan persembahyangan.
Hal ini pasti mengundang rejeki para pedagang yang menjajakan dagangannya di sana, terutama di depan pura atau timur Lapangan Puputan Badung.
"Ya, biasanya hari biasa sepi, tapi kalau sudah rame gini apalagi Galungan juga, ya adalah sedikit pemasukan lagi," ujar Nyoman Wersi (47), salah seorang pedagang sate babi.
Wersi mengaku saat Hari Raya Galungan atau hari-hari tertentu bisa mendapatkan penghasilan tambahan hingga Rp 200 ribu.
Meski demikian, menurutnya hasil tersebut masih harus dipotong untuk menyewa tempat pada petugas yang berjaga.
"Iya, dapat Rp 200 ribu, tapi dipotong Rp 100 ribu untuk bayar tempat di sini. Mahal sih," katanya.
Dikatakannya, hasil tersebut hanya cukup untuk memnuhi kebutuhan makan sehari-hari.
Jika hari-hari biasa ia hanya membawa 3 kg daging babi, namun pada hari-hari tertentu seperti Galungan ini ia bisa menjual sampai 5 kg daging babi.
Namun, berdasarkan pengakuannya, pendapatannya pada Galungan kali ini lebih sedikit dibanding Galungan enam bulan lalu.
"Sebenarnya tidak seberapa (hasilnya), tapi tetap bersyukur," tuturnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pedagang-yang-tampak-menjajakan-dagangannya.jpg)