Pasar Ten-ten di Pedungan Hanya Ada Saat Umanis dan Paing Galungan
Bagi warga Kota Denpasar, khususnya yang ada di wilayah Pedungan, Denpasar, mereka mengisi Umanis Galungan dengan berkunjung ke Pekenan Ten-ten
Penulis: Putu Supartika | Editor: Irma Budiarti
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Hari ini, Kamis (27/12/2018) merupakan Umanis Galungan.
Setelah kemarin merayakan hari kemenangan dharma melawan adharma, kini saatnya umat Hindu Bali melaksanakan silaturahmi ataupun bepergian ke tempat wisata, maupun tempat yang unik.
Bagi warga Kota Denpasar, khususnya yang ada di wilayah Pedungan, Denpasar, mereka mengisi Umanis Galungan dengan berkunjung ke Pekenan (Pasar) Ten-ten yang berada di Pulau Saelus, Banjar Pande, Pedungan, Denpasar.
Tak hanya warga lokal desa tersebut, warga luar desa juga datang ke pasar tersebut.
Budiarta, salah seorang warga asal Karangasem yang kebetulan berkunjung ke rumah kerabatnya di Denpasar juga datang ke sana.
Ia mengaku baru pertama kali datang ke Pekenan Ten-ten ini.
"Tadi diajak saudara ke sini, saya ikut sambil nyari baju atau sendal, siapa tahu ada yang pas," kata Budiarta.
Menurut Ketua Sekaa Teruna Dharma Cantih, Banjar Pande, Pedungan, Yudi Sutrisna, pekenan ini memang rutin digelar setiap enam bulan sekali yaitu Umanis dan Paing Galungan.
"Pekenan ini dilaksanakan enam bulan sekali, tepatnya Umanis dan Pahing Galungan. Ini memang sudah tradisi sejak lama," kata Yudi.
Dulunya sebelum bernama Pekenan Ten-ten, pasar ini bernama Pasar Kaget yang awalnya digelar di pertigaan jalan Pulau Saelus-jalan Pulau Kawe.
Namun sejak tahun 2004 diubah jadi Pekenan Ten-ten dan lokasinya pun digeser hanya menggunakan Jalan Pulau Saelus.
"Pasar itu kecil dulunya. Perbekelnya dulu yang sekarang jadi Camat Denpasar Utara yang ngajak kita mengubah jadi lebih besar," imbuhnya.
Dengan menggunakan badan jalan sepanjang kurang lebih 800 meter, di pasar ini terdapat 50 stan pedagang.
Mulai dari stan kuliner, busana, perlengkapan rumah tangga, hingga mainan anak-anak.
"Pasar ini buka pukul 08.00 Wita hingga pukul 10.00 Wita. Stan ada 50 belum termasuk pedagang emperan," katanya.
Untuk berdagang ini syaratnya pun bebas, hanya perlu membayar Rp 300 ribu.
Untuk masuk ke lokasi ini pun murah, karcisnya hanya Rp 2.000 dengan parkir gratis. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pasar-ten-ten-di-jalan-pulau-saelus-kamis-27122018.jpg)