Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Waspadai Gelombang Tinggi Tahun Baru, BMKG Keluarkan Peringatan Dini

BBMKG Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Bali

Penulis: eurazmy | Editor: Widyartha Suryawan
Tribun Bali/Rizal Fanany
Sejumlah wisatawan bermain surfing di Pantai Kuta, Badung, Sabtu(29/12/2018). BMKG III wilayah Denpasar mengeluarkan peringatan dini tinggi gelombang 1,5 meter - 3 meter di wilayah perairan Bali-NTB. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Bali hingga Nusa Tenggara Barat (NTB).

Peringatan dini gelombang tinggi berlaku mulai 29 Desember 2018 hingga 1 Januari 2019 pukul 08.00 Wita.

Gelombang tinggi air laut di perairan Bali hingga akhir tahun ini diprediksi berpotensi mencapai 4 meter. Dan, kondisi serupa juga diprediksi terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.

Warga yang hendak merayakan malam pergantian tahun pada Senin (31/12/2018) malam diimbau untuk waspada. Khususnya bagi warga yang merayakan di sekitar pantai yang berpotensi terjadi gelombang tinggi.

"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap waspada," demikian imbauan yang disampaikan BBMKG Wilayah III Denpasar dalam keterangan tertulis, Sabtu (29/12/2018) kemarin.

BMKG memperkirakan ketinggian gelombang laut di wilayah Laut Bali mencapai 1,5 meter hingga 3 meter yang masuk kategori waspada.

Sedangkan ketinggian gelombang laut 2-4 meter dengan kategori berbahaya, diperkirakan terjadi di Selat Bali bagian selatan, Selat Badung, Selat Lombok bagian selatan, dan Samudera Hindia bagian Selatan Bali hingga NTB.

BMKG juga memperkirakan ketinggian gelombang di sejumlah wisata pantai di atas 2 meter di antaranya Bali bagian selatan seperti Kuta, Ungasan, Pecatu, Uluwatu, Nusa Dua, dan Nusa Penida.

Peringatan dini dari BMKG juga dikeluarkan bagi masyarakat dan kapal-kapal yang melakukan aktivitas di daerah yang tercantum dalam area berbahaya.

Pasalnya, gelombang tinggi di Laut Bali terutama di Selat Bali Bagian selatan dan Selat Badung berpotensi mencapai 4 meter dengan kecepatan angin 27 knots.

Diimbau untuk mempertimbangkan kondisi tersebut sebelum melaut dan selalu memperhatikan update informasi cuaca dan gelombang dari BMKG.

Aktivitas Normal
Sementara dari pantauan Tribun Bali di Pantai Kuta, Sabtu (29/12/2018), aktivitas warga dan wisatawan di pesisir Kuta dan sekitarnya masih tetap berjalan normal sebagaimana biasanya.

Sebagaimana diakui seorang anggota Balawista Pantai Kuta, Kadek Dwi Adnyana (29). Meski dalam kurun sepekan ini kondisi angin dan cuaca memburuk, kata dia, aktivitas warga pesisir dan wisatawan tetap berjalan normal.

Dwi menjelaskan, peningkatan kecepatan angin ini sudah terjadi dalam sepekan dan membuat tinggi gelombang mencapai 1,5 hingga 2 meter.

"Memang anginnya agak kencang jika dibanding hari biasanya, terutama siang hari. Tinggi gelombangnya tak tentu," terangnya kepada Tribun Bali, kemarin.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved