Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Serba Serbi

Momen Langka Kuningan Bertepatan dengan Siwaratri! Hanya Terjadi 50 Tahun Sekali, Lakukan Ini

"Ini kejadian yang langka dan kemungkinan tiap 50 tahun sekali terjadinya. Bersyukurlah mengalaminya," kata Pinandita Ketut Pasek Swastika

Penulis: Putu Supartika | Editor: Irma Budiarti
dokumen tribun bali
(Ilustrasi. Foto tidak terkait berita) Mepeed, Barisan Ibu-Ibu menuju Pura Desa dan Pura Puseh untuk Menghaturkan Banten. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sabtu (5/1/2019), umat Hindu akan merayakan dua hari raya yang sangat spesial.

Dua hari raya tersebut yaitu Hari Raya Kuningan dan Siwaratri.

Menurut Pinandita Ketut Pasek Swastika yang juga Wakil Ketua PHDI Bali saat dihubungi, Kamis (3/1/2019), mengatakan kejadian ini merupakan sesuatu yang langka.

"Ini kejadian yang langka dan kemungkinan tiap 50 tahun sekali terjadinya. Bersyukurlah mengalaminya," kata Pinandita Ketut Pasek Swastika.

Baca: Jelang Ahok Bebas Penjara 24 Januari 2019, Inilah Cuitan Tentang Rencana Kedepan

Baca: Monster Fries Lebih Besar & Panjang, Menu Nikmat dan Instagramable di Logo House Fashion & Café Bali

Baca: Armand Maulana Vokalis Gigi Lolos Dari Maut Tsunami Banten Karena Terikat Kontrak

Baca: Harapan Juara di Musim Baru! Fadil Sausu dan Andhika Wijaya Berbagi Kisah Laga Paling Berkesan 2018

Oleh karena itu, saat hari itu dipergunakan sebagai momen untuk lebih meningkatkan Sradha Bhakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan Kawitan.

"Saatnya untuk lebih Bhakti menjalankan Tri Hita Karana. Saatnya untuk introspeksi diri sesuai dengan Tri Semata. Kemarin kita sudah bagaimana dalam berpikir, berucap, berlaksana (Tri Kaya Parisudha)," imbuhnya.

Sehinga ia mengajak umat untuk melaksanakan brata mehejagran, selalu ingat pada Tuhan, Kawitan dan Jatidiri.

Juga melakukan upawasa atau tidak sembarang menikmati yang bukan milik atau hak sendiri.

Melaksanakan mono berata atau tidak bicara dan menilai yang bukan hak dan kewajiban.

"Laksanakan pemuspaan untuk memohon maaf dan anugerah-Nya agar ke depan kita bisa lebih baik dan benar dalam berkehidupan dan beragama. Terkait upakara, sesuaikan dengan kemampuan dan dresta setempat," katanta. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved