Hari Raya Nyepi

Malam Pengerupukan, Pemkot Minta Ogoh-ogoh Tanpa Sound Sistem di Denpasar, Begini Sebabnya

Saat Pengerupukan atau sehari sebelum Nyepi selalu identik dengan pawai ogoh-ogoh.

Malam Pengerupukan, Pemkot Minta Ogoh-ogoh Tanpa Sound Sistem di Denpasar, Begini Sebabnya
Dok Humas Pemkot Denpasar
Sosialisasi Perayaan Hari Raya Nyepi digelar di Graha Sewaka Dharma Lumintang Denpasar, Sabtu (26/1/2019) 2 Lampiran 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Saat Pengerupukan atau sehari sebelum Nyepi selalu identik dengan pawai ogoh-ogoh.

Tak terkecuali di Kota Denpasar.

Sehingga untuk menciptakan keamanan saat pawai ogoh-ogoh, Dinas Kebudayaan Kota Denpasar kembali menggelar sosialisasi rangkaian Nyepi dengan melibatkan berbagai unsur utamanya Sekaa Teruna Teruni (STT) yang akan mengarak ogoh-ogoh saat Pengerupukan.

Sosialisasi ini digelar di Graha Sewaka Dharma Lumintang Denpasar, Sabtu (26/1/2019).

Dalam sosialisasi yang diisi dengan pembahasan pelaksanaan Hari Suci Nyepi, terkhusus pada prosesi pelaksanaan Ogoh-ogoh.

Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra berharap pelaksanaan prosesi Hari Suci Nyepi dapat terlaksana secara aman, nyaman dan damai serta diterima oleh masyarakat secara etika agama dan etika budaya.'

Malam pengerupukan di Desa Selumbung, Kec. Manggis, Karangasem dimeriahkan oleh pawai 12 ogoh-ogoh.
Malam pengerupukan di Desa Selumbung, Kec. Manggis, Karangasem dimeriahkan oleh pawai 12 ogoh-ogoh. (Tribun Bali/Putu Supartika)

Pihaknya juga meminta tim dari unsur kadus/kaling ditingkat banjar, desa hingga kecamatan segera dilakukan untuk mengambil tindakan prepentif secara bersama-sama.

Terlebih dalam prosesi ogoh-ogoh lewat pembentukan tim ini nantinya diharapkan mampu melakukan kesepakatan dalam pencegahan menanggulangi berbagai permasalahan yang ada hingga pelarangan dalam meggunakan sound system serta mengkonsumsi minuman keras.

"Tim ditingkat banjar dapat melibatkan unsur pecalang dalam melakukan langkah prepentif antisipasi berbagai permasalahan yang terjadi, serta unsur Sabha Upadesa hingga unsur camat melibatkan unsur Babinsa dan Babinkantibmas dalam mensosialisasikan untuk tidak menggunakan sound system," kata Rai Mantra saat sosialisasi.

Ia juga mengajak STT hingga unsur bendesa adat dan kecamatan untuk melakukan kesepakatan bersama dalam menjaga identitas kebudayaan Bali.

Selain itu, sosialisasi ini juga menghasilkan kesepakatan bersama seluruh steakholder termasuk STT untuk sepakat tidak menggunakan sound system guna menjaga kemanan dan ketertiban bersama.

Halaman
12
Penulis: Putu Supartika
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved