Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Setelah Diguyur Hujan Lebat, Wilayah Dusun Bantas Bangli Kembali Longsor

Musibah tanah longsor sebagai dampak cuaca buruk, hingga kini masih kerap terjadi khususnya di wilayah Kecamatan Kintamani

Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Widyartha Suryawan
Istimewa/Humas Polres Bangli
Warga sekitar saat melakukan evakuasi material pohon yang menutup jalan jurusan Dusun Bantas menuju Dusun Kayuselem, Selasa (29/1/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Musibah tanah longsor sebagai dampak cuaca buruk, hingga kini masih kerap terjadi khususnya di wilayah Kecamatan Kintamani, Bangli.

Seperti pada Senin (28/1/2019) kemarin, hujan lebat yang terjadi di kecamatan terluas di Bangli itu, kembali menyebabkan longsor di Dusun Bantas, Desa Songan.

Musibah itu menyebabkan jalur Dusun Bantas menuju Desa Belandingan terputus.

Baca: Satu Keluarga Tewas Tertimpa Longsor di Buleleng, Posisi Saling Berpelukan di Kasur

Kepala Dusun Alengkong, I Nengah Mandiasa mengatakan titik longsor yang terjadi pada hari Senin (28/1/2019) berada di sebelah timur lokasi longsor dua tahun lalu.

Walau demikian, Mandiasa bersyukur sebab saat kejadian tidak ada warga yang kebetulan melintas.

“Biasanya jalur itu cukup padat dilintasi warga, yang baru pulang beraktivitas. Karena jalan itu merupakan jalur utama menuju 13 dusun di balik bukit. Tapi astungkara kemarin tidak ada yang lewat,” katanya Selasa (29/1/2019).

Baca: Suami Istri & Dua Anaknya Tewas Tertimbun Longsor di Buleleng, Begini Imbauan Wabup

Mandiasa mengatakan, sepanjang 10 meter jalanan di jalur menuju Dusun Kayuselem itu tertimbun material longsor berupa tanah, batu, maupun batang pohon.

Hal itu menyebabkan akses jalan tertutup total.

Dikatakan pula, beberapa warga juga sempat menitipkan kendaraan pribadinya pada warga do desa-desa tetangga.

“Termasuk tiyang, kemarin sempat nitip motor di Dusun Hulundanu. Tapi hari ini, tiyang bersama personel BPBD sudah berusaha mengevakuasi batang pohon, sehingga alat berat bisa melanjutkan evakuasi material sisanya,” beber Mandiasa.

Ia menambahkan, kondisi wilayah sekitar memang rawan longsor. Termasuk pada hari ini, pohon yang tumbuh di sekitar lokasi longsor juga disebutnya rawan tumbang.

Baca: Pengembang Jadi Tersangka Atas Kasus Rumah Longsor di Banjar Sasih Gianyar, Begini Kata Polisi

“Kalau kendaraan roda empat, bagi aktivitas warga yang biasa menggunakan roda empat ya mentok. Namun ada jalan pintas lain, meskipun kondisinya hanya sekadar, dan hanya bisa dilalui dengan kendaraan roda dua. Mudah-mudahan material longsor ini segera bisa teratasi, sehingga aktifitas warga bisa kembali normal,” harapnya.

Untuk diketahui, di dusun yang sama sebelumnya juga pernah terjadi musibah serupa, tepatnya pada awal Februari tahun 2017 lalu.

Sementara itu, akibat cuaca buruk juga berdampak pada tumbangnya rumpun bambu di wilayah Desa Tiga, Susut.

Tumbangnya rumpun bambu itu sempat menyebabkan akses jalan terganggu sebab menutup ruas jalan Dusun Linjong menuju Dusun Temaga.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tumbangnya rumpun bambu saat ini sudah dilanjutkan dengan proses evakuasi oleh pemilik lahan, aparat desa, serta pihak kepolisian sektor setempat. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved