Tak Ada Firasat Sebelum Maut Menjemput Ni Ketut Puspawati, Orang Tua Korban Tanah Longsor Syok

Nengah Karsi, orangtua Puspawati, tak pernah membayangkan kejadian nahas ini menimpa si buah hati. Tidak ada firasat apapun muncul sebelum maut menjem

Tak Ada Firasat Sebelum Maut Menjemput Ni Ketut Puspawati, Orang Tua Korban Tanah Longsor Syok
Tribun Bali/Saiful Rohim
Empat korban longsor masih dirawat di RSUD Karangasem, Senin (28/1) kemarin. Beberapa warga melayat ke rumah korban longsor di Banjar Dinas Jatituhu, kemarin. 

Dua orang dirawat di Puskesmas Kubu yakni Ketut Sukartawan dan Ni Komang Marini. Sedangkan Gede Napendra, Ni Luh Ari (9), Ni Kadek Nitasari (6), dan Ari Wirawan (2) dirawat di RSUD.

Dirut RSUD Karangasem, Wayan Suardana, menjelaskan kondisi korban yang dirawat di RSUD Karangasem mulai membaik.

“Psikis mereka juga mulai tenang. Mereka sudah mulai ngobrol dengan kerabatnya,” terangnya.

Nonton Televisi

Bencana longsor di Banjar Jatituhu ini terjadi pada Minggu (27/1) pukul 19.00 Wita. Longsor menghantam empat kepala keluarga atau 14 jiwa.

Dua orang meninggal dunia dan tujuh luka-luka.

Menurut saksi mata, I Nengah Darpa (28), korban Puspawati datang ke rumah Nengah Suarta pada Minggu siang.

Mereka datang hendak menjenguk Suarta yang sakit setelah jatuh dari kendaraannya.

"Yang menjenguk yakni keluarga Kadek Jirna, Ni Ketut Puspawati, dan keluarga saya. Mereka hingga malam di rumahnya Suarta, sambil nonton TV," kata Nengah Darpa saat ditemui di lokasi kejadian, Senin (28/1) kemarin.

Tak ada tanda apapun, tiba-tiba tebing yang berada di belakang rumah Suarta ambruk dan menghantam tembok rumah semi permanen.

Halaman
1234
Penulis: Saiful Rohim
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved