Hotman Paris Sebut Ada Pimpinan Parpol di Prostitusi Kelas Atas, Naik Private Jet Main di Hongkong

Ia bercerita berdasar pengakuan temannya ada wanita memberikan layanan seks kelas atas kepada pimpinan partai politik.

Hotman Paris Sebut Ada Pimpinan Parpol di Prostitusi Kelas Atas, Naik Private Jet Main di Hongkong
Tangkapan layar YouTube Hotman Paris Show
Hotman Paris bersama bintang tamu dengan teman Prostitusi Tak Pernah Mati yang tayang di YouTube Hotman Paris Show pada Rabu (6/2/2019). 

"Mereka hampir tidak pernah berdua karena ajudan yang bermain, menjemput dan si cowok sudah tunggu di pesawat," terang Hotman Paris.

Moammar Emka kembali berseloroh, model prostitusi kelas atas tidak ditemukan proses transfer seperti kasus Vanessa Angel.

Vanessa Angel belakangan ditetapkan sebagai tersangka kasus prostitusi dan dijerat UU ITE.

Penyidik Polda Jawa Timur menemukan percakapan pesan pendek berupa teks berikut distribusi foto dan video.

Tarif Vanessa Angel kepada muncikarinya menurut Kapolda Jatim hanya Rp 40 juta.

Namun, di tangan muncikarinya kemudian digelembungkan dan sampai ke pelanggan tarif Vanessa Angel menjadi Rp 80 juta.

Dari ponsel sejumlah muncikari yang ditetapkan sebagai tersangka polisi menemukan aliran transfer.

Menurut Moammar Emka, prostitusi kelas atas tak ditemukan transfer uang.

"Jadi tidak ada transfer ala Surabaya. Kan cash, dollar, kan dollar jadi kecil lipatan ini (kertasnya)," beber Moammar Emka.

Tonton selengkapnya di sini:

Edisi Hotman Paris Show sebelumnya sempat menyinggung prostitusi artis.

Hotman Paris pernah mengundang narasumber Robby Abbas, mantan muncikari artis dan model.

Ia menjelaskan alasan tarif prostitus online yang melibatkan artis begitu mahal.

"Robby Abbas mengaku bahwa hanya di Jakarta telah melakukan transksi antara cewe dengan berbagai pejabat dan pengusaha.

Menariknya adalah kenapa artis itu, kenapa prostitusi online terutama model dan artis itu menjadi mahal.

Kenapa orang segampang itu membayar hanya dua jam Rp 80 juta," ucap Hotman Paris.

Menurut Hotman Paris, penyebab tingginya tarif prostitusi artis berkaitan dengan kelancaran suatu proyek.

Transaksi prostitusi online, kata Hotman Paris, dilakukan pengusaha untuk melancarkan proyek.

"Ternyata penyebabnya banyak transaksi esek-esek itu dilakukan pengusaha dalam kaitan dengan melancarkan proyek.

Sehingga tentu karena untuk lobi jadi cewe diserahkan kepada tamu, pejabat untuk lobi," katanya.

"Kenapa begitu gampangnya, kenapa harga jadi naik? karena yang bayar kan perusahaan. Jadi untuk lobi proyek uang Rp 50 juta, Rp 100 juta, Rp 80 juta itu uang kecil," papar dia.

"Makanya si Robby Abbas pernah bilang dia pernah sampai kalau artis punya nama sampai Rp 150 juta untuk layani pejabat atau pengusah, dua jam," ucap Hotman Paris.

Lantas, Hotman Paris pun mempertanyakan apakah hal tesebut termasuk ke dalam gratifikasi atau suap masih menjadi perdebatan.

"Dari segi hukum belum ada undang-undangnya sehinga jadi persolaan," jelasnya.

Ia pun kembali bertanya apakah Komisi Pemberantasan Korupsi dapat menangani prostitusi artis bila transaksi tersebut dinilai sebuah gratifikasi atau suap.

"Boleh enggak KPK OTT pejabat yang sedang berdua di kamar hotel yang cewenya notabene dikirim pengusaha.

Menurut Robby itu terjadi sangat banyak sekali, sehingga aspek hukumnya perlu dipikiran, apakah itu termasuk gratifikasi atau suap," tukasnya. (*)

Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved