Polisi Tembak Kaca Depan Mobil Komplotan WN Bulgaria di Bali, Ini Penyebabnya

Satu dari tersangka, Varadin Nikolaev (28), juga terpaksa diberikan timah panas di kaki karena melawan ketika hendak ditangkap.

Polisi Tembak Kaca Depan Mobil Komplotan WN Bulgaria di Bali, Ini Penyebabnya
Tribun Bali / Busrah Hisyam Ardans
WN Bulgaria yang ditangkap Polda Bali atas kasus skimming ATM 

"Mereka ini adalah jaringan transnasional, dan tidak ada jaringan dengan yang sebelumnya. Hanya saja biasa dilakukan WNA Bulgaria. Selain barang bukti lainnya, ada juga beberapa sajam yang didapat tersimpan di mobil mereka. Patut diduga mereka menyimpan di situ dan bisa digunakan jika terdesak.

Dia mengatakan, proses pemasangan alat-alat tersebut tidak membutuhkan waktu yang lama bagi para tersangka.

"Mereka memasang alat-alat seperti router, kanopi, pin tidak sampai 10 menit. Tidak lama. Jika sudah selesai dia tinggalkan saja dan beberapa waktu lagi akan diambil. Biasanya batas penarikan mereka itu berkisar dari Rp 2-10 juta. Rata-rata korban adalah WNA yang berwisata ke Bali," jelas dia.

Pihak Polda Bali kini telah berkoordinasi dengan imigrasi dan menanyakan seorang WNA yang masih dalam pengejaran yang disebutnya bernama Illijas.

"Kita sudah koordinasi tapi atas nama itu saat ini belum ada," terangnya.

Sementara status mereka mengunjungi Bali sebagai kunjungan wisatawan.

Di tempat yang sama, Kasubdit 3 Jasantras Ditreskrimum Polda Bali AKBP Nefli menjelaskannya, para tersangka masing-masing memiliki penginapan. Pihaknya melakukan intaian selama 5 hari sebelum penangkapan, Minggu (3/2/2019).

"Awalnya kita sudah pantau dari jam 10 malam sampai jam 4 pagi. Mereka ini mobile terus, tidak berhenti menarik uang. Seketika waktu pukul 4 kita cegat di jalan dekat penginapan dia. Kita sudah pantau mereka ini biasa ngumpul di Villa Garden Omah D'Kampoeng itu yang sudah kita pantau," jelas Nefli.

Uang senilai Rp 788 juta itu diduga sebagai hasil skimming diamankan di villa dan mobil.

"Uang-uang tersangka ditemukan di mobil dan di Villa Garden Omah D'Kampoeng. Juga di Hotel Swiss Bell. Kalau mereka sudah dapat uang banyak, biasanya transfer ke luar negeri. Di sana dikumpul, orang-orang di sini itu para peluncur-peluncurnya saja,” ungkapnya.

Halaman
1234
Penulis: Busrah Ardans
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved