Bank Danamon Umumkan Pertumbuhan Laba Bersih, Capai 7 Persen pada Tahun 2018

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Bank Danamon) hari ini mengumumkan laporan keuangan untuk tahun 2018.

Bank Danamon Umumkan Pertumbuhan Laba Bersih, Capai 7 Persen pada Tahun 2018
Bank Danamon
Putri Aryani selaku Regional Consumer Head Bali Nusra berfoto bersama dengan Agus Indrawan selaku Regional Head Bali Nusra 

Untuk pembiayaan kendaraan bermotor, Adira Finance tumbuh 13 persen secara keseluruhan menjadi Rp 51,3 triliun pada akhir tahun 2018.

Baca: Owner Krisna Oleh Oleh Tanggapi Pergub Bali No. 99 tahun 2018 tentang Produk Lokal Masuk Swalayan

Baca: Telah Digaji Rp 8,5 Juta per Bulan, Desak Putu Suarningsih Masih Nekat Gelapkan Dana Rp 4,3 Miliar

Baca: TPP 2018 Belum Cair, Pegawai Puspem Badung Resah: Sudah Dekat Nyepi Tak Punya Simpanan

Kenaikan dua digit ini didukung oleh pembiayaan baru Adira Finance yang tumbuh masing-masing sebesar 15 persen dan 23 persen untuk kendaraan roda dua dan roda empat.

Di luar perbankan mikro, total portofolio kredit dan trade finance tumbuh 12 persen menjadi Rp 137,2 triliun dibandingkan setahun sebelumnya.

Dengan rasio intermediasi makroprudensial (RIM) atau Macroprudential Intermediation Ratio pada 97,2 persen, likuiditas terkelola dengan baik dan untuk giro dan tabungan (CASA) naik stabil menjadi Rp 52,1 triliun, sementara rasio CASA berada di posisi 47,1 persen.

Rasio kecukupan modal Danamon (capital adequacy ratio/CAR) juga tetap kuat untuk mendukung
pertumbuhan jangka panjang.

CAR konsolidasian naik menjadi 22,2 persen pada akhir tahun 2018 dibandingkan 22,0 persen di tahun sebelumnya.

Pendapatan biaya yang tidak terkait kredit atau non-credit related fee income tumbuh 13 persen menjadi Rp 1,3 triliun.

Kenaikan ini didukung oleh net underwriting profit Adira Insurance yang tumbuh 24 persen menjadi Rp 615 miliar serta pendapatan biaya dari bancassurance juga naik 12 persen menjadi Rp 384 miliar.

Bank Danamon terus mempertahankan kualitas asetnya melalui penerapan prosedur pengelolaan risiko yang pruden serta proses collection dan credit recovery yang disiplin.

Rasio kredit Dalam Perhatian Khusus membaik menjadi 9,8 persen dibandingkan setahun sebelumnya 11,0 persen.

Sementara rasio kredit bermasalah (non-performing loans/NPL) ada di posisi 2,7 persen dibandingkan 2,8 persen di akhir tahun 2017.

Rasio Biaya Kredit (Cost of Credit Ratio) membaik menjadi 2,5 persen dibandingkan 2,8 persen pada tahun sebelumnya. (*)

Penulis: Karsiani Putri
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved