Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Bank Danamon Umumkan Pertumbuhan Laba Bersih, Capai 7 Persen pada Tahun 2018

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Bank Danamon) hari ini mengumumkan laporan keuangan untuk tahun 2018.

Penulis: Karsiani Putri | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Bank Danamon
Putri Aryani selaku Regional Consumer Head Bali Nusra berfoto bersama dengan Agus Indrawan selaku Regional Head Bali Nusra 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri

TRIBUNBALI.COM, DENPASAR - PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Bank Danamon) hari ini mengumumkan laporan keuangan untuk tahun 2018.

Bank Danamon membukukan laba bersih setelah pajak (NPAT) sebesar Rp 3,9 triliun pada tahun 2018, atau tumbuh 7 persen dari tahun sebelumnya.

Pertumbuhan laba didorong oleh pertumbuhan dua digit di sejumlah segmen kunci, antara lain Perbankan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Consumer Mortgage, Enterprise Banking serta pembiayaan kendaraan bermotor melalui Adira Finance.

Bank juga mencatatkan kualitas aset yang lebih baik, ditandai dengan turunnya rasio biaya kredit (cost of credit ratio) sebesar 30 basis poin menjadi 2,5 persen.

“Sejumlah hal penting terjadi atas Bank Danamon di tahun 2018 lalu, ditandai dengan masuknya investasi dari salah satu institusi keuangan terbesar di dunia, MUFG. Hal ini menempatkan Bank Danamon sebagai bagian dari bank kelas dunia, serta merefleksikan keyakinan dan optimisme MUFG atas potensi pertumbuhan Indonesia ke depan.

Bank Danamon terus membukukan pertumbuhan laba dari inisiatif transformasi jangka panjang kami, dalam melakukan diversifikasi sumber pendapatan, memperkuat layanan nasabah, serta menerapkan solusi berbasis teknologi dan digital secara komprehensif,” ucap Sng Seow Wah, Direktur Utama Bank Danamon dalam rilis yang diterima Tribun Bali pada Kamis (28/2/2019).

Portofolio kredit Perbankan UKM tumbuh 10 persen menjadi Rp 31,2 triliun.

Portofolio Enterprise Banking, terdiri dari perbankan korporasi, komersial dan institusi keuangan, tumbuh 11 persen menjadi Rp 41,5 triliun.

Sementara kredit Consumer Mortgage tumbuh 29 persen menjadi Rp 7,8 triliun.

Untuk pembiayaan kendaraan bermotor, Adira Finance tumbuh 13 persen secara keseluruhan menjadi Rp 51,3 triliun pada akhir tahun 2018.

Baca: Owner Krisna Oleh Oleh Tanggapi Pergub Bali No. 99 tahun 2018 tentang Produk Lokal Masuk Swalayan

Baca: Telah Digaji Rp 8,5 Juta per Bulan, Desak Putu Suarningsih Masih Nekat Gelapkan Dana Rp 4,3 Miliar

Baca: TPP 2018 Belum Cair, Pegawai Puspem Badung Resah: Sudah Dekat Nyepi Tak Punya Simpanan

Kenaikan dua digit ini didukung oleh pembiayaan baru Adira Finance yang tumbuh masing-masing sebesar 15 persen dan 23 persen untuk kendaraan roda dua dan roda empat.

Di luar perbankan mikro, total portofolio kredit dan trade finance tumbuh 12 persen menjadi Rp 137,2 triliun dibandingkan setahun sebelumnya.

Dengan rasio intermediasi makroprudensial (RIM) atau Macroprudential Intermediation Ratio pada 97,2 persen, likuiditas terkelola dengan baik dan untuk giro dan tabungan (CASA) naik stabil menjadi Rp 52,1 triliun, sementara rasio CASA berada di posisi 47,1 persen.

Rasio kecukupan modal Danamon (capital adequacy ratio/CAR) juga tetap kuat untuk mendukung
pertumbuhan jangka panjang.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved